Olah tempat kejadian perkara (TKP) sedang dilakukan di lokasi ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, yang terletak di Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember. Kejadian ini memerlukan perhatian serius mengingat potensi risiko yang bisa ditimbulkan oleh insiden semacam ini.
Brimob Polda Jatim telah menerapkan penjagaan yang ketat di sekitar area ledakan, sementara Tim Penjinak Bom (Jibom) dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim melaksanakan proses olah TKP. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jember, Ajun Komisaris Polisi Angga Riatma, menginformasikan bahwa proses ini masih berlangsung dan detail lebih lanjut akan disampaikan oleh pihak Polda Jatim.
Tim dari Polda Jatim fokus melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi ledakan, termasuk di area tempat wudhu pria, serta beberapa sudut lain yang dianggap perlu untuk diperiksa secara mendalam. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut yang mungkin terlewatkan.
Selama proses olah TKP, berbagai barang di sekitar lokasi ledakan juga diperiksa. Petugas mencermati kerusakan yang ditimbulkan, seperti plafon masjid, rooster, dan lemari yang tidak terpakai, guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak dari ledakan tersebut.
Kapolres Jember, Ajun Komisaris Besar Polisi Bobby A. Condroputra, bersama pejabat Polda Jatim lainnya, turut hadir di dalam masjid untuk mengawasi jalannya olah TKP yang dilakukan oleh tim gabungan. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan dalam menangani insiden ini.
Ketua Takmir Masjid Raya Pesona, Muhammad Fadil, juga berada di lokasi untuk memberikan dukungan kepada tim Labfor dan Jibom Polda Jatim. Ia bersiaga bila diperlukan untuk membantu proses investigasi yang sedang berlangsung, menunjukkan komitmennya terhadap keamanan masjid dan masyarakat.
Sebelumnya, sebuah ledakan yang tidak dapat dijelaskan terjadi di masjid tersebut saat salat tarawih pada malam Senin, 16 Maret 2026. Kejadian ini mengguncang kawasan Perumahan Pesona Regency di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, dan menarik perhatian banyak pihak.
Meskipun ledakan tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerusakan pada atap masjid dan memicu kepanikan di kalangan warga yang sedang melaksanakan salat tarawih, serta di sekitar kawasan perumahan.
“Suaranya sangat keras dan bisa terdengar hingga ke kampung sebelah,” ungkap Muhammad Fadil, Takmir Masjid, pada Selasa dini hari, memberikan gambaran tentang intensitas ledakan yang terjadi.
Fadil menambahkan bahwa ledakan tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB, bertepatan dengan waktu salat tarawih, sehingga banyak jemaah yang panik dan berhamburan keluar dari masjid maupun rumah mereka.
Satu orang dilaporkan harus mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat RSUD dr Soebandi karena diduga mengalami masalah pendengaran akibat ledakan tersebut. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap situasi yang tidak terduga.
➡️ Baca Juga: Petualangan Kuliner: Menjelajahi Makanan Unik dari Seluruh Dunia
➡️ Baca Juga: Persib Pastikan Puncak Klasemen Lebaran, Simak Pernyataan Bojan Hodak
