Hubungan antara Rusia dan Jepang menghadapi tantangan serius akibat sengketa kepulauan Kuril. Wilayah ini bukan sekadar sekumpulan pulau yang diperebutkan, tetapi juga memiliki nilai strategis dan ekonomi yang signifikan bagi kedua negara.
Kepentingan terhadap sumber daya alam yang melimpah, seperti hasil perikanan dan cadangan mineral, menjadikan status Kepulauan Kuril tetap relevan. Sorotan terhadap wilayah ini semakin tajam setelah kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin, ke Pulau Etorofu, yang juga diklaim oleh Jepang.
Menanggapi kunjungan tersebut, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan bahwa tindakan itu tidak dapat diterima. Media Jepang melaporkan momen saat Putin berada di Etorofu, yang dikenal sebagai Iturup di Rusia. Selama kunjungannya, ia mengunjungi rumah sakit, berinteraksi dengan penduduk setempat, dan mencoba kaviar di sebuah pabrik pengolahan.
Usai agenda di Etorofu, Putin melanjutkan perjalanan ke Pulau Sakhalin, yang terletak tidak jauh dari wilayah sengketa antara kedua negara.
Di Sakhalin, Putin menyaksikan latihan militer angkatan laut Rusia. Ia juga menegaskan bahwa empat pulau yang menjadi sengketa tersebut telah diakui sebagai bagian dari wilayah Rusia dalam sejumlah dokumen internasional.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Putin ke kepulauan yang diperebutkan. Sebelumnya, pada tahun 2010, Dmitry Medvedev sempat mengunjungi Kunashiri saat menjabat sebagai Presiden Rusia.
Jepang merujuk pada gugusan pulau tersebut sebagai Wilayah Utara atau Northern Territories, sementara Rusia menyebutnya Kuril Selatan.
Empat pulau utama yang menjadi sumber perselisihan adalah Etorofu, Kunashiri, Shikotan, dan kelompok kecil pulau Habomai. Jepang mengklaim bahwa keempat pulau tersebut merupakan bagian dari wilayahnya berdasarkan sejarah dan hukum internasional.
Rusia telah menguasai kawasan ini sejak akhir Perang Dunia II, ketika Uni Soviet mengambil alih wilayah tersebut. Rusia menyatakan perang terhadap Jepang pada bulan Agustus 1945, saat Tokyo bersiap untuk menyerah.
Sengketa kepulauan Kuril telah menjadi penghalang utama dalam upaya kedua negara untuk mencapai perjanjian perdamaian resmi pasca-Perang Dunia II. Meskipun terdapat diskusi tentang kemungkinan kesepakatan di masa mendatang, pembicaraan tersebut sering kali tidak membuahkan hasil.
Pada era pemerintahan Shinzo Abe, Jepang dan Rusia berusaha memperbaiki hubungan melalui diskusi mengenai sengketa wilayah tersebut. Namun, hubungan kedua negara memburuk setelah Jepang memberlakukan sanksi terhadap individu dan entitas yang terkait dengan Rusia, menyusul invasi Moskow ke Ukraina pada tahun 2022.
➡️ Baca Juga: Nutrisi Terbaik untuk Meningkatkan Kesehatan Otak secara Optimal dan Efektif
➡️ Baca Juga: Trump Siagakan Militer AS di Iran, Siap Bombardir Jika Kesepakatan Tidak Tercapai
