Persaingan menuju grand final Proliga 2026 semakin memanas. Setelah dua seri final four yang berlangsung sengit, nasib sejumlah tim akan ditentukan pada pekan ini dalam seri puncak yang dilaksanakan di GOR Jatidiri, Semarang.
Fokus utama kini tertuju pada sektor putri, di mana persaingan untuk mendapatkan tiket ke final masih terbuka lebar. Belum ada satu pun tim yang memastikan tempat di grand final, sehingga setiap set dan setiap poin yang diperebutkan di Seri Semarang akan sangat menentukan.
Dua tim yang saat ini berada di posisi paling aman adalah Jakarta Pertamina Enduro dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Untuk melanjutkan langkah mereka ke grand final, kedua tim hanya membutuhkan tambahan satu poin. Ini berarti mereka hanya perlu meraih dua set dalam pertandingan berikutnya untuk memastikan tiket mereka.
Situasi ini menjadikan duel antara Jakarta Pertamina Enduro, yang diperkuat oleh Megawati Hangestri, dan Gresik Phonska Plus sebagai laga yang sangat dinanti. Pertemuan antara dua kandidat juara ini dijadwalkan berlangsung pada hari terakhir seri Semarang, yaitu Minggu malam.
Pertandingan ini memiliki potensi untuk menjadi “final sebelum final,” mengingat kedua tim adalah yang paling konsisten sepanjang gelaran final four. Pada pertemuan sebelumnya, Jakarta Pertamina Enduro berhasil meraih kemenangan, menambah intensitas laga mendatang.
Di sisi lain, peluang bagi Jakarta Electric PLN dan Jakarta Popsivo Polwan masih ada, meskipun terbilang berat. Kedua tim wajib meraih kemenangan dan juga berharap agar tim-tim di atas mereka mengalami kekalahan dalam pertandingan sisa.
Sementara itu, pada sektor putra, satu tiket grand final telah diamankan oleh Jakarta LavAni Livin Transmedia. Tim yang dilatih oleh Nicolas Vives ini tampil dominan dan menjadi tim pertama yang memastikan tempat di partai puncak.
Kini, hanya tersisa satu slot yang diperebutkan. Jakarta Bhayangkara Presisi berada dalam posisi yang menguntungkan, hanya memerlukan tambahan satu poin untuk menyusul LavAni ke grand final.
Di sisi lain, harapan Surabaya Samator masih ada, meskipun mereka berada dalam situasi yang kritis. Mereka harus memenangkan dua laga tersisa dan berharap Bhayangkara tidak dapat meraih poin dalam pertandingan yang akan datang.
Adapun Garuda Jaya telah dipastikan tersingkir dari perburuan tiket grand final setelah gagal mengumpulkan poin yang cukup dalam dua seri sebelumnya.
➡️ Baca Juga: Kejagung Tanggapi Permintaan DPR Agar Hakim Pertimbangkan Pembebasan Amsal Sitepu
➡️ Baca Juga: Asep Kumala, Pedagang Cilok yang Menempuh Perjalanan Kaki dari Bandung ke Ciamis
