Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengadakan salat Idul Fitri 1447 H/2026 M secara kolektif. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan situasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun Instagram KBRI Riyadh, mereka mengimbau semua warga negara Indonesia (WNI) untuk melaksanakan salat Idul Fitri di masjid terdekat. KBRI juga meminta agar para WNI mengikuti arahan dari otoritas setempat dan terus memantau informasi resmi yang disampaikan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan KBRI Riyadh.
KBRI berharap agar seluruh masyarakat dalam keadaan aman dan dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat, meskipun dalam situasi yang tidak ideal. Ucapan ini mencerminkan kepedulian KBRI terhadap kesejahteraan dan keselamatan para WNI di luar negeri.
Sementara itu, berbeda dengan KBRI di Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah tetap akan menyelenggarakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Wisma Konjen RI Jeddah pada Jumat, 20 Maret waktu setempat, diikuti dengan acara gelar griya.
Kerajaan Arab Saudi telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini memberikan kepastian bagi umat Islam di seluruh dunia dalam merayakan momen penuh berkah ini.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh istana Kerajaan Arab pada Rabu, 18 Maret, Mahkamah Agung setempat telah memutuskan bahwa hari Kamis adalah hari terakhir bulan Ramadhan. Dengan demikian, hari Jumat (20/3) akan menjadi hari pertama Idul Fitri di tahun ini.
Mahkamah Agung juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada Pelayan Dua Kota Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, serta seluruh warga negara, penduduk, dan umat Islam yang merayakannya. Ucapan ini merupakan bentuk syukur dan harapan untuk kedamaian di bulan yang suci ini.
➡️ Baca Juga: Seskab Teddy Terus Konsisten Menyampaikan Visi Prabowo kepada Publik
➡️ Baca Juga: Kenapa lo gak perlu root Android lagi di 2024 ini alasan kuatnya dari gue
