Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran, yang diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa pada tanggal 24 Maret, berdasarkan analisis volume lalu lintas yang dilakukan melalui traffic counting di Gate Tol Kalikangkung, pihaknya akan menerapkan sistem one way nasional untuk arus balik. Pernyataan ini disampaikan di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Jawa Barat, pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa jika ada peningkatan jumlah kendaraan pada tanggal 24, maka mereka akan mulai menerapkan sistem one way secara bertahap, dimulai dari KM 414 di Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. “Kami kemungkinan akan melakukan one way tahap pertama dari KM 414 hingga Tol Pejagan,” ungkapnya.
Namun, jika volume kendaraan tetap tinggi, Agus menyatakan bahwa kebijakan ini dapat diperpanjang hingga KM 70 di Tol Jakarta-Cikampek, untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah.
Sebelumnya, telah diprediksi bahwa puncak arus balik selama Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan terjadi pada tanggal 24 Maret 2026.
Dalam konteks kebijakan kerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) yang diterapkan pemerintah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Aan Suhanan, mengimbau masyarakat untuk merencanakan waktu kepulangan mereka dengan lebih baik.
“Bisa kembali pada tanggal 25, 26, 27 hingga 29, sehingga puncak arus mudik tidak terpusat pada satu hari saja,” imbaunya.
Pengaturan ini, menurut dia, bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak kembali ke rumah masing-masing setelah merayakan Lebaran.
➡️ Baca Juga: Kecerdasan Emosional: Kunci Sukses di Tempat Kerja Modern
➡️ Baca Juga: Cara Set Auto-Reply iMessage Saat Naik Motor—Gratis, Tanpa Tambah App
