Persib Bandung menunjukkan ketahanan karakter yang luar biasa, yang membuat mereka sulit dikalahkan. Dalam laga terakhir Dewata Challenge Series 2026 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 18 Agustus 2026, Maung Bandung berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua kali dan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar hasil positif dalam rangka pramusim, tetapi bagi Marc Klok, kebangkitan Persib adalah cerminan dari mental pemenang yang telah dibangun selama beberapa musim terakhir. Meskipun ada perubahan dalam komposisi tim, semangat juang tersebut tetap melekat.
Pada pertandingan tersebut, Persib sempat tertinggal 0-1 setelah gol yang dicetak oleh Brandon Wilson dari Bali United. Namun, Klok berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti di menit ke-54 yang menunjukkan ketenangan dan keberanian dalam situasi tekanan.
Bali United kembali memimpin setelah Joao Ferrari mencetak gol dengan sundulan. Meskipun bermain dengan 10 pemain, mereka tidak mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Di menit-menit terakhir, Persib menunjukkan semangat juang yang tinggi. Balsa Sekulic berhasil menyamakan skor, sebelum Gabriel Mutombo menuntaskan comeback tersebut dengan gol ketiga melalui sundulan yang menggetarkan jala gawang lawan.
Situasi comeback seperti ini, menurut Klok, sudah menjadi hal yang biasa. Gelandang berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa karakter untuk berjuang hingga detik terakhir telah menjadi bagian dari DNA Persib dalam dua musim terakhir.
“Saya rasa kami sudah terbiasa melakukan comeback dalam dua musim terakhir. Setiap musim ada pemain baru, tetapi semangat itu tetap ada,” ungkap Klok, yang terkenal sebagai salah satu pemimpin di lapangan.
Peran Klok dalam comeback ini sangat signifikan. Selain sebagai pemain senior, dia juga dipercaya untuk mengenakan ban kapten dan mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor penalti, menunjukkan betapa pentingnya kontribusinya bagi tim.
Namun, bagi Klok, kemenangan atas Bali United bukanlah satu-satunya hal yang berharga. Dia percaya bahwa Persib telah mendapatkan gambaran jelas tentang karakter yang perlu dipertahankan saat menghadapi tekanan lebih besar di musim 2026/27.
Persib tidak hanya akan bersaing di kompetisi domestik, tetapi juga harus membagi fokus dalam perjuangan di pentas Asia, sebagai juara bertahan.
“Kami memerlukan daya juang seperti ini di momen-momen sulit, baik di kompetisi domestik maupun Asia. Saya bangga kami mulai menunjukkan semangat ini di pramusim,” tutur Klok.
Meski meraih kemenangan dramatis, Klok tetap menyadari adanya kekurangan dalam tim. Kehadiran sejumlah pemain baru memerlukan waktu untuk membangun permainan yang lebih padu dan solid.
Dengan segala tantangan yang dihadapi, mental pemenang Persib telah teruji dan terbukti mampu menghadapi situasi sulit. Keberhasilan ini menjadi modal berharga untuk menjalani musim yang lebih kompetitif ke depan.
➡️ Baca Juga: Perang Iran dan Israel-AS Berpotensi Memicu Krisis Minyak Global Terbesar dalam Sejarah
➡️ Baca Juga: Evakuasi Nelayan Kritis di Banyuasin Sukses Berkat Respons Cepat Call Center 110
