Mobil listrik kini tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan yang mengandalkan daya dari sumber eksternal seperti rumah atau stasiun pengisian. Seiring dengan kemajuan teknologi, aliran energi antara mobil listrik dan sumber daya dapat berlangsung dua arah, memungkinkan energi yang tersimpan di dalam baterai untuk disalurkan kembali.
Dengan inovasi ini, mobil listrik dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi saat terparkir di garasi. Baterai berkapasitas besar yang sebelumnya hanya digunakan untuk menggerakkan kendaraan kini dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, bahkan mengalirkan energi kembali ke jaringan listrik dan memberikan nilai ekonomi bagi pemiliknya.
Teknologi ini dikenal dengan istilah vehicle-to-everything (V2X). Di California, Amerika Serikat, pengembangan program ini semakin diperluas, memungkinkan lebih banyak pemilik mobil listrik untuk berbagi energi dari baterai kendaraan mereka ke jaringan listrik lokal.
Prinsip kerja dari sistem ini cukup sederhana dan berbasis pada perbedaan waktu serta harga energi. Pemilik mobil dapat mengisi daya baterai ketika tarif listrik sedang rendah, lalu mengalirkan kembali sebagian dari energi tersebut ketika permintaan listrik meningkat dan harga menjadi lebih tinggi.
Dengan sistem ini, mobil yang terparkir sepanjang hari tidak hanya berfungsi tanpa aktivitas. Dalam situasi tertentu, baterai kendaraan dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik rumah, sehingga pemilik tidak perlu mengandalkan sepenuhnya pada pasokan energi dari jaringan.
Apabila energi yang dialirkan dari mobil melampaui kebutuhan listrik rumah, kelebihan daya itu dapat disalurkan kembali ke jaringan. Di sinilah muncul potensi penghematan biaya, bahkan pendapatan bagi pemilik mobil listrik, tergantung pada regulasi dan skema tarif yang berlaku di daerah tersebut.
Teknologi V2X juga menawarkan manfaat tambahan yang lebih sederhana dan dapat langsung dirasakan oleh pemilik kendaraan. Ketika terjadi pemadaman listrik atau keadaan darurat, baterai mobil dapat berfungsi sebagai sumber energi cadangan untuk menjalankan peralatan tertentu di rumah.
Namun, untuk mengubah mobil listrik menjadi sumber daya listrik, tidak semudah hanya mencolokkan kabel ke stopkontak. Sistem ini memerlukan kendaraan yang mendukung pengisian dua arah, perangkat pengisian khusus, serta perangkat lunak yang dapat mengatur kapan energi disimpan dan kapan saatnya untuk mengalirkannya kembali.
➡️ Baca Juga: Latihan Kebugaran Tanpa Beban untuk Mempertahankan Kesehatan Tubuh Secara Alami
➡️ Baca Juga: Tim Geypens Menghadapi Tantangan Baru Sebagai WNI di Belanda, Ini Pengalaman Mereka
