Jakarta – Upaya yang dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberdayakan perempuan prasejahtera tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi individu, tetapi juga berkontribusi pada perubahan sosial yang lebih mendalam di tingkat keluarga dan komunitas.
Pemberdayaan perempuan dalam sektor ultra mikro merupakan langkah penting yang menyerupai penerangan lentera-lentera kecil di tengah masyarakat. Lentera ini menjadi simbol harapan dan kekuatan bagi perempuan untuk memperbaiki kondisi kehidupan keluarga mereka.
Sejak didirikan pada tahun 1999, PNM telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan akses pembiayaan dan pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan prasejahtera. Melalui program-program seperti PNM Mekaar dan ULaMM, perusahaan ini tidak hanya menyediakan modal usaha, tetapi juga memberikan pelatihan, bimbingan, serta pembangunan karakter usaha yang menekankan pada disiplin, integritas, dan kerja keras.
Hingga saat ini, program PNM Mekaar telah berhasil menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah yang tergabung dalam sekitar 909 ribu kelompok perempuan di seluruh Indonesia. Layanan ini tersebar di 36 provinsi, 451 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan, menjadikan PNM sebagai salah satu penggerak utama inklusi keuangan di segmen ultra mikro.
“Dampak dari pemberdayaan tidak hanya bisa diukur melalui angka. Perempuan yang sebelumnya berjuang untuk bertahan hidup kini mulai mengambil peran sebagai penggerak ekonomi, baik untuk keluarga maupun komunitasnya,” ungkap L. Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, dalam kegiatan Iftar PNM Bersama Media: Lentera dalam Makna.
Dalam proses pemberdayaan ini, PNM melihat munculnya kepemimpinan perempuan yang berasal dari akar rumput. Setiap kelompok Mekaar memiliki seorang ketua yang berperan sebagai penggerak untuk anggota lainnya. Mereka belajar bagaimana mengorganisir pertemuan, menjaga disiplin kelompok, dan memastikan bahwa semua anggota dapat berkembang bersamaan. Peran ini secara tidak langsung membentuk kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas, di mana para ketua kelompok tidak hanya berfungsi sebagai penggerak usaha kecil, tetapi juga sebagai panutan yang menumbuhkan solidaritas, gotong royong, dan kemandirian ekonomi dalam lingkungan mereka.
Dampak pemberdayaan ini semakin diperkuat dengan adanya ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan layanan PNM, BRI, dan Pegadaian. Melalui ekosistem ini, nasabah memiliki peluang untuk meningkatkan kelas mereka dengan akses ke berbagai layanan keuangan yang lebih beragam.
➡️ Baca Juga: Mengenal Pendidikan Kewirausahaan Bangun Generasi Mandiri
➡️ Baca Juga: Persib Pastikan Puncak Klasemen Lebaran, Simak Pernyataan Bojan Hodak
