Startup Dapat Suntikan Dana untuk Integrasikan Hiburan, AI, dan Iklan Digital secara Efektif

PhotoBebaz, sebuah startup yang berfokus pada teknologi kreatif dengan konsep photoboks interaktif, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mendapatkan pendanaan awal. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan penguatan bisnis mereka hingga tahun 2026.
Pendanaan yang jumlahnya tidak diungkapkan ini difasilitasi oleh Fundhub, sebuah platform yang menghubungkan PhotoBebaz dengan para investor yang memiliki ketertarikan di sektor teknologi kreatif dan media.
Reyno Anggoro, pendiri PhotoBebaz, menilai bahwa pendanaan ini merupakan pengakuan akan keberhasilan model bisnis yang telah mereka kembangkan sejak awal. Ia menyatakan bahwa fenomena kebangkitan penggunaan photobox di Indonesia, terutama di kota-kota besar, sangat layak untuk diapresiasi.
PhotoBebaz tidak hanya berfungsi sebagai lokasi untuk berfoto, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang memungkinkan pengguna, pemilik merek, dan komunitas untuk terhubung secara lebih mendalam.
Di tengah persaingan industri photobooth yang semakin ketat, PhotoBebaz menempatkan dirinya sebagai lebih dari sekadar penyedia layanan foto. Mereka berkomitmen untuk menjadi platform teknologi kreatif yang menyatukan pengalaman hiburan, iklan digital, dan ekosistem berbasis aplikasi dalam satu sistem yang terintegrasi.
Keputusan untuk mendapatkan pendanaan ini diambil berdasarkan kombinasi dari perbedaan model bisnis, potensi monetisasi media yang terintegrasi, serta kemampuan R&D tim dalam menciptakan teknologi secara mandiri melalui Bebaz Labz.
Struktur teknologi yang dikembangkan oleh tim internal dianggap memberikan keunggulan kompetitif dan membuka peluang untuk ekspansi yang lebih terencana.
Dari sisi bisnis, PhotoBebaz mengadopsi berbagai model pendapatan, termasuk penjualan sesi foto, penyewaan booth untuk aktivasi merek dan acara, serta monetisasi iklan media digital.
Dengan struktur pendapatan yang beragam ini, mereka mampu menciptakan arus kas yang lebih bervariasi dan membuka peluang untuk kolaborasi di berbagai sektor industri. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperluas lokasi di kota-kota besar Indonesia, mengembangkan fitur AI dan AR untuk personalisasi pengalaman, serta memperkuat tim teknologi kreatif.
“Dukungan dari para investor memberikan kami dorongan untuk melakukan scale-up dengan lebih cepat. Saat ini, kami sedang memasuki fase pertumbuhan baru dan memperkuat posisi kami sebagai perusahaan creative-tech yang menghubungkan hiburan, media, dan komunitas dalam satu platform yang relevan dengan generasi Z dan Alpha,” tambah Reyno.
Dengan demikian, PhotoBebaz menetapkan target untuk memiliki hingga 28 booth pada tahun 2026, seiring dengan meningkatnya jumlah lokasi operasional dan integrasi teknologi yang lebih mendalam. Beberapa lokasi potensial termasuk jaringan restoran Mie Gacoan, stasiun KAI, bandara, dan area publik lainnya.
➡️ Baca Juga: Sidang Gugatan Rp100 M Nikita Mirzani ke Reza Gladys Ditunda
➡️ Baca Juga: 3 Sepeda Motor TVS Terjangkau Maret 2026, Mulai dari Rp15 Jutaan



