Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lecehkan Korban di Lokasi Tempat Ibadah

Jakarta – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry telah memicu kemarahan banyak kalangan. Meskipun isu ini telah muncul sejak tahun 2017 dan sempat viral beberapa bulan lalu, informasi terbaru dari pihak korban kembali mengungkap fakta-fakta yang belum sepenuhnya terungkap mengenai kasus ini.

Perwakilan dari pihak korban, Ustaz Abi Makki, mengungkapkan sejumlah informasi yang sangat mengejutkan dan memprihatinkan.

Ustaz Abi Makki menjelaskan bahwa Syekh Ahmad Al Misry pernah menjalani proses internal di lingkungan tertentu dan bahkan pernah meminta maaf di hadapan para guru.

Namun, tindakan tersebut dinilai masih belum memadai untuk menyelesaikan masalah dugaan pelecehan seksual ini secara menyeluruh.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai jenis pelecehan yang diduga dilakukan, Ustaz Abi Makki mengaku kesulitan untuk menjelaskan secara rinci karena konten yang terlalu sensitif untuk dipublikasikan.

“Pelecehan yang tidak layak untuk diungkap. Intinya, sampai pelakunya itu, bahasa halusnya, klimaks lah,” jelas Ustaz Abi Makki, dalam sebuah tayangan yang diunggah di platform media sosial.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa insiden tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan di beberapa tempat. Fakta yang paling mengkhawatirkan adalah dugaan bahwa peristiwa tersebut terjadi di area tempat ibadah.

“Yang paling menakutkan itu terjadi di tempat ibadah,” ungkapnya.

Pernyataan ini langsung memicu reaksi yang keras dari masyarakat. Banyak yang berpendapat bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai moral dan kepercayaan, terutama karena melibatkan tokoh yang selama ini dianggap sebagai panutan.

Ustaz Abi Makki juga menyatakan bahwa korban diduga mengalami tekanan psikologis melalui narasi agama yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut.

“(Syekh Ahmad Al Misry kepada korban) ‘Rasulullah saja melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib,'” ungkap Ustaz Abi Makki.

“(Ucapan) itulah yang membuat kami tidak bisa menerimanya,” tambahnya.

Lebih lanjut, korban juga disebutkan pernah diajak untuk menonton tayangan yang tidak pantas dengan alasan yang dianggap tidak logis dan menyimpang.

“Ada beberapa korban yang diajak untuk menyaksikan tayangan yang tidak baik. Ketika ditanya, ‘Kenapa nonton ini?’ Jawabnya, ‘Kalau Imam Syafi’i ada, pasti dia juga akan menonton ini.’ Ini sangat mengerikan, dan tidak bisa diterima sama sekali. Sangat mengerikan,” kata Ustaz Abi Makki.

➡️ Baca Juga: Cesc Fabregas Menarik Perhatian Manchester United, Eks Arsenal Tertarik ke Old Trafford

➡️ Baca Juga: Atlet Korban Kekerasan Kini Mendapatkan Pendampingan Hukum yang Kuat dan Terpercaya

Exit mobile version