Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Tidak Ada Konflik dengan UIN Jakarta, Namun…

Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta mengklarifikasi bahwa isu yang muncul saat ini tidak berkaitan dengan konflik dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Isu yang dimaksud lebih berfokus pada permasalahan pergantian kepengurusan serta adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana dan aset yayasan.

Prof. Siti Nurul Azkiyah, selaku Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, menjelaskan bahwa Ilham Aufa telah diberhentikan dari posisinya dalam kepengurusan sejak Mei 2026, yang berarti ia tidak lagi memiliki hak untuk mewakili yayasan.

“Tidak ada perselisihan antara UIN dan yayasan. Ini adalah masalah penggantian kepengurusan dan dugaan penyimpangan yang saat ini sedang dalam proses hukum,” tegas Nurul dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Di sisi lain, kuasa hukum yayasan, Alwanih, menyoroti bahwa dugaan penyimpangan tersebut terjadi dalam periode 2015-2026. Isu yang diangkat mencakup penyalahgunaan wewenang, pengayaan pribadi, pengeluaran tidak wajar, penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, serta pengadaan yang diduga melibatkan vendor yang memiliki kedekatan dengan pengurus saat itu. Diperkirakan, jumlah dana yang diselewengkan mencapai angka puluhan miliar.

Lebih lanjut, terdapat juga dugaan bahwa aset yayasan telah diagunkan ke bank tanpa persetujuan dari UIN Jakarta. Semua tuduhan ini telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Alwanih juga menambahkan bahwa masalah tata kelola yang terungkap berdampak pada perkembangan sekolah. Ia mencatat bahwa biaya SPP dan uang pangkal di TKIP-SDIP Pamulang hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Madrasah Pembangunan (MP), meskipun peningkatan fasilitas dan kesejahteraan guru tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Yayasan berkomitmen bahwa proses kegiatan belajar mengajar di TKIP-SDIP Pamulang akan tetap berjalan lancar. Ke depan, pengelolaan keuangan akan dilakukan dengan lebih transparan, akuntabel, dan penuh tanggung jawab.

Nurul juga memberikan kesempatan kepada wali murid yang ingin memindahkan anak-anak mereka ke Madrasah Pembangunan tanpa biaya uang pangkal, mengingat MP merupakan bagian dari Yayasan Syarif Hidayatullah.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak menjadi korban dari dinamika yang terjadi dalam kepengurusan. Prioritas utama kami adalah menjaga agar pendidikan tetap berjalan dan yayasan dikelola dengan penuh amanah,” tutup Nurul.

➡️ Baca Juga: Inara Rusli Kembali Gunakan Cadar, Respons Insanul Fahmi Terhadap Keputusan Tersebut

➡️ Baca Juga: Komitmen Damkarmat dalam Mengabdi untuk Keselamatan Negeri di Usia 107 Tahun

Exit mobile version