Pesanan Dodol Betawi Meningkat 10 Kali Lipat Selama Bulan Ramadhan

Dodol Betawi, makanan khas yang sangat digemari, kini tengah mengalami lonjakan permintaan yang luar biasa di Kampung Ceger, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Sejak awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, para produsen dodol di daerah ini tidak henti-hentinya menerima pesanan dari konsumen yang terus meningkat, sehingga mereka harus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan tersebut.
Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Ceger, Wulan, yang berusia 39 tahun, mengungkapkan bahwa dapur produksinya terus beroperasi tanpa henti sejak Ramadhan tiba. Lonjakan pesanan yang signifikan terlihat jelas, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa.
“Permintaan dodol Betawi selama Ramadhan melonjak hingga sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kami bahkan harus meningkatkan produksi hingga 100 persen,” ujarnya di Cikarang, saat ditemui pada hari Jumat, 6 Maret 2026.
Wulan menjelaskan bahwa ia mengelola lima kuali besar, masing-masing dapat menampung 90 kilogram adonan. Dengan kapasitas tersebut, ia mampu memproduksi dodol seberat 450 kilogram setiap harinya sepanjang bulan suci ini.
“Jika dihitung secara keseluruhan, total produksi kami bisa mencapai 12 ton selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri. Biasanya, puncak penjualan terjadi pada sepuluh hari terakhir menjelang Lebaran,” tambahnya.
Untuk menarik minat konsumen, Wulan menawarkan berbagai varian rasa dodol. Selain versi original, ada juga variasi cokelat dan ketan hitam, yang ditawarkan dengan harga berkisar antara Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
“Jika berbicara tentang omzet, tentu ada peningkatan. Yang jelas, semakin banyak produksi, semakin banyak pula pendapatan yang kami terima,” jelasnya.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh produsen dodol Betawi lainnya, Dobleh, yang berusia 62 tahun. Ia menyatakan bahwa pesanan mengalami peningkatan secara bertahap sejak awal bulan Ramadhan.
“Alhamdulillah, ada kenaikan yang perlahan. Momentum Ramadhan memang selalu membawa berkah bagi kami setiap tahunnya,” ungkapnya.
Dobleh juga mengoperasikan lima kuali besar, dengan masing-masing kuali mampu menampung 80 kilogram adonan. Produksi dodolnya selama Ramadhan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa. Ia bahkan terpaksa menambah jumlah pekerja dari yang awalnya hanya empat orang menjadi antara sepuluh hingga dua puluh orang, yang secara bergantian mengaduk adonan selama delapan jam hingga matang.
Dodol yang dibuat oleh Dobleh memiliki ragam variasi, mulai dari dodol merah, dodol hitam, wijen, hingga dodol wajik. Salah satu produk unggulannya adalah dodol rasa durian, yang menjadi favorit di kalangan pembeli. “Harga jual tetap stabil, mirip dengan tahun-tahun sebelumnya, berkisar antara Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram untuk kualitas terbaik,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Menyusun Daftar Buku yang Wajib Dibaca di Tahun Ini
➡️ Baca Juga: Inovasi dalam Pendidikan: Pembelajaran Daring yang Efektif



