Menko AHY Jelaskan Perkembangan Proyek Jalur Whoosh Hingga ke Jawa Timur

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan perkembangan terkini mengenai proyek kereta cepat Whoosh yang akan menjangkau wilayah Jawa Timur. Menurutnya, proses ini berjalan secara bersamaan dengan upaya restrukturisasi keuangan yang dilakukan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China, yang bertanggung jawab sebagai operator untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
AHY menambahkan bahwa pihaknya telah mengadakan diskusi dengan Kementerian Keuangan serta Danantara Indonesia untuk merencanakan agar Whoosh dapat beroperasi hingga Banyuwangi, Jawa Timur. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa proses restrukturisasi keuangan KCJB tetap berjalan dengan baik.
“Tahapan yang kita lakukan saat ini adalah paralel,” jelas AHY dalam konferensi pers yang diselenggarakan untuk memperbarui informasi mengenai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan persiapan mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, restrukturisasi keuangan KCJB memiliki peranan yang sangat krusial, karena hal tersebut akan berdampak pada peta jalan atau roadmap pengembangan proyek Whoosh hingga mencapai Jawa Timur. Apabila solusi atas masalah keuangan KCJB dapat ditemukan, maka pengembangan proyek Whoosh dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Dianjurkan untuk memastikan bahwa KCJB telah tuntas, artinya solusi terhadap masalahnya sudah dapat diterapkan dengan baik, baru kemudian kita dapat melanjutkan pengembangan lebih lanjut,” ungkapnya.
AHY menekankan bahwa pemerintah tetap memiliki semangat untuk mengelola dan mengembangkan proyek Whoosh, sehingga manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Ia juga menyatakan bahwa kehadiran Whoosh hingga ke area terjauh di Jawa Timur berpotensi untuk mengubah lanskap pembangunan di wilayah yang dilalui. “Dengan waktu tempuh Jakarta-Surabaya yang bisa dicapai dalam kurang lebih 3 jam melalui kereta, saya percaya ini akan mengubah peta pembangunan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur tersebut,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Aktivis Kampanye Hemat Air di Sekolah dan Rumah Tangga
➡️ Baca Juga: Rudal Iran Target Aset AS, Dampak pada Cicilan Mobil dan Harga BBM Meningkat




