Israel Menanggapi Kritik Trump Terkait Akhiri Perang: Fokus Kami Belum Selesai dengan Iran

Seorang pejabat tinggi Israel memberikan tanggapan terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut bahwa perang dengan Iran mendekati akhir, dengan menegaskan bahwa situasi saat ini “belum sepenuhnya selesai.”
Dalam pernyataannya pada hari Senin, pejabat senior tersebut menyampaikan, “Tidak ada yang bisa dianggap selesai. Penilaian awal kami menunjukkan bahwa konflik ini diperkirakan akan berlangsung sekitar dua minggu lagi.”
Informasi ini dilaporkan oleh Channel 15, sebuah saluran televisi swasta di Israel, meskipun nama pejabat yang memberikan pernyataan tersebut tidak diungkapkan.
Sebelumnya, pada Senin malam, Trump dalam wawancaranya dengan CBS News menyatakan bahwa perang ini hampir berakhir. Ia menyebutkan, “Saya percaya bahwa konflik ini sudah sangat dekat dengan penyelesaian. Mereka tidak memiliki angkatan laut, komunikasi yang efektif, dan tidak memiliki Angkatan Udara.”
Trump juga menambahkan bahwa Amerika Serikat telah mencapai kemajuan yang signifikan, jauh dari perkiraan awal yang menyatakan bahwa perang ini akan berlangsung selama 4-5 minggu.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka akan menjadi penentu akhir dari perang di Timur Tengah, sebagai balasan terhadap pernyataan Trump.
“Kamilah yang akan menentukan bagaimana perang ini berakhir,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip dari laman AFP pada Selasa, 10 Maret 2026.
Sejak tanggal 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran yang mengakibatkan ratusan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan sejumlah pejabat keamanan lainnya.
Teheran memberikan respons dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke arah Israel.
Iran juga menargetkan rudal dan drone ke lokasi-lokasi yang mereka sebut sebagai “kepentingan AS” di negara-negara Teluk, serta Yordania dan Irak. Serangan tersebut telah menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan pada properti sipil.
Negara-negara Arab yang menjadi sasaran serangan tersebut telah mengutuk tindakan tersebut dan menyerukan agar agresi ini dihentikan.
➡️ Baca Juga: Timnas Vietnam Berjaya Setelah Menghadapi Tantangan Sanksi AFC Terhadap Malaysia
➡️ Baca Juga: Mode “Ultra Battery Saver” Tersembunyi di Android 15: Tahan Hingga 48 Jam dengan 10% Baterai



