Donald Trump Menyatakan Kuba Sebagai Target Strategis Selanjutnya dalam Kebijakan Luar Negeri

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan bahwa Kuba dapat menjadi fokus utama dalam kebijakan luar negeri AS di masa mendatang, setelah Iran.
Trump mengacu pada apa yang ia sebut sebagai keberhasilan operasi militer yang dilakukan AS baru-baru ini di negara-negara seperti Venezuela dan Iran.
“Saya telah membangun kekuatan militer yang luar biasa ini. Saya pernah berkata, ‘Anda tidak akan pernah perlu menggunakannya,’ tetapi dalam beberapa situasi, penggunaan itu menjadi penting. Dan saat ini, Kuba berpotensi menjadi sasaran berikutnya,” ungkap Trump pada acara Future Investment Initiative, sebuah konferensi bisnis yang berlangsung di Arab Saudi, pada hari Minggu, 29 Maret 2026.
Namun, ia juga meminta agar pernyataannya itu tidak diberitakan. “Tapi anggap saja saya tidak mengatakannya. Mohon, abaikan pernyataan ini, media. Tolong,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, pada Rabu, 25 Maret 2026, menegaskan bahwa meskipun berbagai isu dapat dibicarakan dalam konteks negosiasi dengan Amerika Serikat, kedaulatan dan kemerdekaan negara Kuba “tidak pernah dapat dipertanyakan.”
Dalam wawancaranya dengan saluran media berbahasa Spanyol, Canal Red, yang berbasis di Havana, Diaz-Canel membahas adanya kontak yang sedang berlangsung antara Kuba dan Washington.
Dia menyoroti bahwa ada berbagai topik yang perlu dibicarakan dengan AS, termasuk investasi asing, migrasi, perdagangan narkoba, kontra-terorisme, perlindungan lingkungan, serta kerjasama di bidang sains dan pendidikan.
“Kami terbuka untuk membahas semua hal tersebut, tetapi kedaulatan kami harus dihormati. Kemerdekaan dan sistem politik kami adalah hal yang tidak dapat diperdebatkan,” tegasnya.
➡️ Baca Juga: Lebaran Tahun Ini, Jalur Selatan Jadi Favorit Pemudik
➡️ Baca Juga: Pergeseran ke teknologi dalam pembelajaran 2025: Tren Terbaru




