Penerapan Sistem MLFF Dalam Uji Kelayakan: Nasibnya Masih Menggantung di Tangan Pemerintah

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa kepastian penerapan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF) di Indonesia masih belum ada. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sistem tersebut masih sedang dalam tahap uji coba dan belum dinyatakan layak secara resmi.
Saat ini, pemerintah lebih mengutamakan pengujian teknis sebelum membuat keputusan mengenai implementasi lebih luas dari sistem ini.
Dody menyampaikan bahwa uji coba awal MLFF yang dilakukan sebelumnya belum memberikan hasil yang jelas mengenai keberhasilan sistem ini. “Kita baru saja melakukan uji coba pertama di Bali, dan sampai sekarang belum ada kesimpulan. Apakah ini akan berhasil atau tidak,” ujarnya saat ditemui oleh media di Rest Area KM 379 Batang, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk melaksanakan uji coba ulang dengan melibatkan lebih banyak pihak untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Ia menekankan bahwa proses ini akan mengikuti beberapa tahapan yang telah disepakati dalam kontrak.
“Ada beberapa tahapan uji coba yang perlu kita laksanakan,” kata Dody.
Menurutnya, saat ini fokus utama bukanlah pada percepatan penerapan sistem, melainkan pada pembuktian apakah sistem MLFF benar-benar layak untuk digunakan di Indonesia. “Jadi, kita perlu memastikan terlebih dahulu apakah sistem ini dapat digunakan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa MLFF merupakan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang bersifat unsolicited, di mana pihak swasta menawarkan teknologi kepada pemerintah. Namun, hingga saat ini, kemampuan teknologi tersebut dalam memenuhi kebutuhan di Indonesia masih diragukan.
Dody juga menanggapi klaim dari beberapa pihak yang menyatakan bahwa sistem MLFF dapat mempercepat transaksi hingga hanya membutuhkan waktu sekitar 20 detik. Ia menilai bahwa klaim tersebut belum dapat dijadikan acuan tanpa adanya hasil uji coba yang valid.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kondisi di Indonesia berbeda dengan negara lain yang telah menerapkan teknologi serupa. Faktor-faktor seperti cuaca, gangguan sinyal, dan kondisi lalu lintas menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan sistem berbasis teknologi tinggi seperti MLFF.
“Mungkin di negara lain bisa berhasil, tetapi di Indonesia situasinya berbeda, ada cuaca dan berbagai faktor lainnya,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Serangan Siber di Era AI: Phishing dan Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi
➡️ Baca Juga: Tips Mengatur Intensitas Latihan Agar Sesuai Dengan Kemampuan Tubuh Anda




