Timnas Indonesia Menang Telak 4-0 atas Saint Kitts-Nevis, Coach Justin Soroti Peringkat 154 Dunia

Jakarta – Pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana, memberikan perhatian khusus terhadap performa Timnas Indonesia menjelang pertandingan melawan Bulgaria di final FIFA Series 2026. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Senin, 30 Maret 2026.
Pria yang akrab disapa Coach Justin ini berpendapat bahwa kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 4-0 atas Saint Kitts and Nevis belum sepenuhnya mencerminkan kapasitas sebenarnya dari Tim Garuda. Ia menilai laga tersebut lebih sebagai ajang pemanasan bagi pelatih John Herdman.
“Kita juga tahu bahwa Saint Kitts-Nevis berada di peringkat 154 dunia. Jadi, ini lebih kepada persiapan untuk John,” ungkap Justin seperti yang diungkapkan dalam video di kanal YouTubenya.
Ia juga mengamati bahwa tempo permainan Timnas Indonesia masih tergolong lambat, terutama pada awal pertandingan. Hal ini diakui sendiri oleh John Herdman yang menginginkan timnya bermain dengan lebih cepat agar tidak mudah tertekan oleh lawan.
“Dia mengatakan kita memulai dengan terlalu lambat. Pemain harus menyadari bahwa mereka perlu bermain lebih cepat. Jika bermain seperti ini, kita akan kesulitan,” tegas Coach Justin.
Kelemahan tersebut terlihat dari beberapa kali peluang serangan balik yang diciptakan oleh Saint Kitts and Nevis dalam 15 menit pertama laga.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, John Herdman menekankan bahwa situasi tersebut merupakan catatan penting sebelum menghadapi Bulgaria yang memiliki kualitas permainan lebih tinggi.
Lebih lanjut, Coach Justin menyoroti bahwa rotasi pemain yang dilakukan oleh Herdman menandakan bahwa tim masih berada dalam proses pencarian komposisi terbaik. Ia mencatat bahwa pelatih telah mencoba 19 pemain dalam satu pertandingan, menunjukkan bahwa fase eksperimen masih berlangsung.
Menghadapi Bulgaria, ia memprediksi bahwa Indonesia akan menerapkan pendekatan taktik yang berbeda. Formasi 4-4-2 dianggap lebih realistis dibandingkan dengan 4-3-3, mengingat keterbatasan pemain kreatif yang ada di lini tengah.
Coach Justin juga menegaskan pentingnya memanfaatkan kecepatan pemain sayap, seperti Yakob Sayuri, untuk menciptakan ruang serangan yang lebih efektif.
“Jika dibandingkan dengan kualitas Bulgaria, kita mungkin kalah. Namun, salah satu kekuatan kita terletak pada etos kerja yang tinggi,” ujarnya.
Di akhir analisisnya, Coach Justin berharap Timnas Indonesia dapat meningkatkan kecepatan transisi dan sirkulasi bola agar dapat tampil lebih kompetitif di laga final mendatang.
“Transisi harus lebih cepat dan sirkulasi bola juga harus diperbaiki,” jelasnya.
➡️ Baca Juga: Tonton Pertandingan Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon di Liga Champions, Link Live Streaming Tersedia
➡️ Baca Juga: Keseimbangan Hidup: 10 Tips Terbaik Tahun Ini




