depo 10k depo 10k
sport

Marc Marquez Belum Pulih Total Usai Kecelakaan di Mandalika, Ducati Mulai Khawatir

Performa Marc Marquez di awal musim MotoGP 2026 belum mencapai standar yang diharapkan. Hal ini menjadi sorotan dari tim internalnya, terutama setelah insiden yang terjadi di Sirkuit Mandalika yang tampaknya meninggalkan dampak jangka panjang, sehingga pengaruhnya masih terasa hingga balapan terbaru di Amerika Serikat.

Davide Tardozzi, manajer tim Ducati Lenovo, mengakui secara terbuka bahwa kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya pulih. Cedera pada bahunya yang dialami saat kecelakaan di Mandalika masih menghantui kinerja pembalap Spanyol tersebut di lintasan.

“Jika Anda bertanya tentang persentase pemulihannya, saya tidak bisa memberikan angka pasti, tetapi saya yakin dia belum berada dalam kondisi terbaiknya,” ungkap Tardozzi yang dikutip dari Sky Sport Italia.

“Sayang sekali, apa yang terjadi di Indonesia masih berdampak pada performanya. Dia belum kembali ke kondisi normal,” lanjutnya.

Pernyataan ini tampaknya menjelaskan inkonsistensi yang ditunjukkan Marquez di awal musim ini, termasuk penampilannya di Circuit of The Americas (COTA). Dalam balapan tersebut, tim rival justru menunjukkan dominasi yang kuat.

Aprilia Racing tampil mengesankan dengan berhasil meraih posisi satu dan dua, melalui Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Hasil ini menjadi indikasi jelas bahwa persaingan di musim ini mulai mengalami perubahan yang signifikan.

Tardozzi juga mengakui adanya kemajuan yang signifikan dari Aprilia.

“Aprilia telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Jika kita melihat data dari tahun lalu dan tahun ini, mereka telah meningkatkan performanya antara tujuh hingga delapan persepuluh detik,” jelasnya.

Di sisi lain, Ducati juga menghadapi masalah teknis yang cukup serius. Isu mengenai keausan ban belakang menjadi perhatian utama setelah dikeluhkan oleh dua pembalapnya, Francesco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio.

Menurut Tardozzi, kondisi ini membuat kedua pembalap kesulitan untuk menjaga ritme balapan, terutama saat memasuki fase akhir.

“Di Giannantonio dan Bagnaia dengan jelas menyatakan bahwa mereka tidak bisa mengendalikan ban belakang. Mereka terlalu bergantung pada ban belakang, dan tingkat keausannya terlalu tinggi, terutama di sisi kanan. Pada titik tertentu, mereka tidak dapat melanjutkan balapan,” tegasnya.

Meskipun demikian, masih ada secercah harapan yang terlihat dari performa Marquez dalam kondisi tertentu. Tardozzi menilai bahwa ketika Marquez bebas dari gangguan dan berada dalam ritme yang tepat, dia masih mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap.

“Ketika dia berhasil melewati Raul Fernandez dan menyalip Pecco dan Bastianini, dia mampu memperlihatkan kecepatan delapan persepuluh detik dalam lima hingga enam lap. Ini menunjukkan bahwa saat dalam kondisi optimal, dia masih bisa bersaing di depan,” tambah Tardozzi.

➡️ Baca Juga: Wakil Presiden AS JD Vance Pimpin Negosiasi Resmi Akhiri Perang dengan Iran

➡️ Baca Juga: Air Bersih: Kunci Masa Depan Sehat Anak-Anak di Daerah Terpencil

Related Articles

Back to top button