Autopsy: Film Forensik Pertama Indonesia yang Terinspirasi Kisah Nyata dan Mengungkap Fakta Mengejutkan

Dunia forensik kini hadir dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia. Dalam rangka merayakan Hari Film Indonesia, sebuah film thriller investigatif berjudul Autopsy: Dead Body Can Talk telah resmi diluncurkan. Film ini membawa angin segar dalam sinema Tanah Air yang sebelumnya belum banyak mengeksplorasi seluk-beluk dunia autopsi secara mendalam.
Diproduksi oleh Rumah Produksi Karya Kreatif Utama, film ini mengangkat premis unik yang menggugah pemikiran: kebenaran tidak selalu berasal dari mereka yang masih hidup, tetapi juga dapat ditemukan dalam tubuh yang tidak dapat berbicara. Di ruang autopsi yang sunyi dan dingin, setiap luka menyimpan kisah, setiap detail berfungsi sebagai petunjuk, dan setiap jasad memiliki potensi untuk mengungkap fakta-fakta yang selama ini tersembunyi. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai film ini!
Yang membedakan Autopsy dari film horor atau thriller Indonesia lainnya adalah pendekatan yang didasari oleh riset dan fakta nyata. Film ini terinspirasi oleh praktik forensik Brigjen. Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM, dan seluruh proses produksinya dirancang dengan profesionalisme, etika, dan prinsip-prinsip sains yang kuat. Dari identifikasi luka hingga penarikan kesimpulan medis, film ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat bahwa autopsi bukanlah hal yang menakutkan, melainkan sebuah usaha untuk mencari keadilan.
Proyek ini juga diposisikan sebagai karya sinematik yang memiliki nilai sosial dan edukatif, melampaui sekadar hiburan belaka.
Sutradara Ozan Ruz menjelaskan bahwa proyek ini adalah sebuah perjalanan yang mengeksplorasi batas antara dua dunia yang berbeda.
“Autopsy adalah sebuah perjalanan yang menembus batas antara hidup dan mati, di mana tubuh menjadi saksi terakhir bagi kebenaran yang tak dapat disembunyikan. Melalui visual yang mendalam dan atmosfer yang mendebarkan, film ini mengajak penonton untuk mengikuti perjalanan Dr. Sumy Hastry dalam menyusun kebenaran, hingga menyadari bahwa kebenaran selalu memiliki jalannya, sering kali dengan cara yang tidak terduga,” ungkap Ozan Ruz dalam keterangannya.
Film ini berada di bawah kepemimpinan Executive Producer AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., dengan dukungan dari produser Fariz Stanzah dan Marsa Moesa. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal tayang, pihak produksi menyatakan bahwa pengumuman ini adalah langkah awal yang menggembirakan.
➡️ Baca Juga: KPK Menyampaikan Alasan Penahanan Yaqut di Rutan Setelah Polemik Tahanan Rumah
➡️ Baca Juga: Trump Siap Serang Pembangkit Listrik dan Jembatan Iran pada Hari Selasa Mendatang




