Iran Cemas AS Justru Tingkatkan Persenjataan di Tengah Gencatan Senjata

Iran mengungkapkan kekhawatiran terkait kemungkinan Amerika Serikat (AS) memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat persenjataan mereka. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, pada tanggal 10 April 2026.
“Kami tidak menginginkan gencatan senjata yang hanya memberikan kesempatan bagi musuh untuk kembali membangun kekuatan militer dan melancarkan agresi,” ujar Takht-Ravanchi, seperti yang dilansir dari sumber resmi pemerintah Iran.
Ia menegaskan bahwa Iran mendukung upaya diplomasi dan dialog, tetapi bukan dalam bentuk yang justru membuka pintu bagi serangan baru ke wilayah Iran. Takht-Ravanchi juga menambahkan bahwa rencana sepuluh poin yang diusulkan oleh Iran akan menjadi dasar bagi pembicaraan perdamaian mendatang.
Menurutnya, tindakan yang diambil oleh angkatan bersenjata Iran selama konflik telah memaksa AS dan Israel untuk mempertimbangkan kembali “visi strategis” mereka terhadap Teheran.
Sebelumnya, pada tanggal 7 April 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa telah terjadi kesepakatan untuk gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran, dan memastikan bahwa Iran juga sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian menyatakan bahwa Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS pada hari Jumat di Islamabad, Pakistan.
Pada Rabu, 8 April, pesawat tempur dan artileri Israel melancarkan serangan terhadap puluhan pemukiman di Lebanon selatan, termasuk kota besar Tyre. Trump menyatakan bahwa penghentian serangan Israel terhadap Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena adanya keterlibatan kelompok Hizbullah.
Meskipun demikian, Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui antara AS dan Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menyampaikan bahwa keberlangsungan negosiasi untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran akan sangat bergantung pada komitmen terhadap kewajiban gencatan senjata di semua garis depan.
➡️ Baca Juga: Tonton Pertandingan Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon di Liga Champions, Link Live Streaming Tersedia
➡️ Baca Juga: Prabowo Perintahkan Evaluasi Ratusan Izin Tambang dalam Sepekan, Cabut IUP Tak Jelas




