Arus Balik Satu Arah Nasional Dimulai pada 24 Maret 2023 untuk Kenyamanan Perjalanan

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menginformasikan bahwa arus balik mudik menjelang Lebaran mulai mengalami peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Dalam upaya mengantisipasi lonjakan kendaraan, Polri bersama dengan berbagai pemangku kepentingan akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk penerapan sistem contraflow dan jalur satu arah, baik secara lokal maupun nasional.
Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026, Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala, rencana penerapan sistem one way nasional direncanakan dimulai pada 24 Maret 2026, dengan jangkauan dari KM 414 hingga KM 70. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi pada saat arus balik.
Selain itu, Marupa juga menganjurkan masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif, seperti Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, guna menghindari kepadatan lalu lintas di jalur utama. Pada segmen tertentu, jalur alternatif ini akan dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung, memberikan kemudahan bagi para pemudik.
Mengenai puncak arus balik, terdapat prediksi bahwa akan terjadi dalam dua fase, yakni pada tanggal 24 Maret 2026 dan pada 28 hingga 29 Maret 2026. Ini merupakan waktu-waktu di mana volume kendaraan diperkirakan akan mencapai puncaknya, sehingga diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Marupa menyatakan bahwa arus balik sudah mulai terlihat dengan adanya peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Ia mengimbau agar masyarakat merencanakan perjalanan mereka dengan cermat dan memanfaatkan kebijakan yang ada, agar perjalanan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.
Berdasarkan data yang ada, pada Minggu, 22 Maret, antara pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang memasuki Jakarta tercatat mencapai 122.994 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3,66 persen dibandingkan dengan kondisi normal, namun mengalami peningkatan sebesar 3,73 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 unit, yang menunjukkan kenaikan sebesar 65,79 persen dibandingkan dengan volume normal, dan juga naik 2,06 persen dibandingkan dengan Lebaran tahun 2025.
Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri akan mengoptimalkan pemantauan melalui pemasangan CCTV, penghitungan lalu lintas secara real-time, serta koordinasi dengan berbagai sektor terkait seperti Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi potensi kemacetan di jalan.
Marupa menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan untuk memastikan bahwa pelaksanaan arus mudik dan arus balik berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan berbagai langkah yang diambil, Polri berupaya agar perjalanan masyarakat tidak terganggu.
Saat ini, arus lalu lintas sudah terpantau mulai berangsur normal dan kembali ke sistem dua arah, seiring dengan penghentian rekayasa lalu lintas satu arah yang dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan secara real-time. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan perjalanan mudik dan balik dapat berjalan dengan baik dan aman bagi semua pengguna jalan.
➡️ Baca Juga: Kenapa Android-Mu Tiba-tiba Lemot Setelah Update? Cek 4 Penyebab & Solusi Ringan Tanpa Factory Reset
➡️ Baca Juga: Kesadaran Perawatan Gigi di Kalangan Gen Z dan Milenial, THR Lebih Diprioritaskan untuk Fesyen dan Kosmetik




