Denny Sumargo Mengklarifikasi Undangan Anak Korban Pelecehan ke Podcastnya

Denny Sumargo memberikan penjelasan terkait kritik yang diterimanya setelah mengundang seorang anak korban pelecehan oleh ayah kandungnya ke dalam podcastnya. Keputusan tersebut memicu reaksi negatif dari sejumlah pihak yang mempertanyakan aspek etika serta potensi dampaknya terhadap kondisi mental sang korban.
Pria yang akrab disapa Densu ini menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah keputusan yang diambil secara sembarangan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran anak tersebut merupakan bagian dari usaha untuk mendorong percepatan proses hukum yang dianggap berjalan lambat. Mari kita lihat lebih dalam mengenai hal ini.
Denny berharap, dengan memberikan kesempatan bagi korban dan keluarganya untuk berbicara, dapat memperkuat bukti yang ada sekaligus memberikan tekanan pada pihak berwenang untuk mengambil tindakan yang lebih cepat.
“Tujuannya adalah untuk mendapatkan kepastian bahwa apa yang dilakukan pelaku memang benar, sehingga keterangan tersebut bisa digunakan oleh penyidik dan bisa menjadi tekanan bagi mereka bahwa kejadian ini nyata,” ungkap Denny Sumargo melalui unggahan di akun Instagramnya, yang dikutip pada Selasa, 14 April 2026.
Lebih jauh, Denny menjelaskan bahwa kasus pelecehan ini sebenarnya sudah dilaporkan sejak cukup lama, namun perkembangan yang ada terasa sangat lambat. Hal ini mendorongnya untuk mencari alternatif lain agar kasus tersebut mendapatkan perhatian lebih dari publik.
“Pelaporan ini sudah hampir 1,5 tahun tidak menunjukkan kemajuan, sehingga kami berusaha melakukan berbagai cara,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa tidak semua orang memahami kompleksitas yang ada dalam proses penyidikan. Denny Sumargo menyatakan bahwa keterlibatannya secara langsung dalam kasus ini memberinya wawasan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi keluarga korban dalam penanganannya.
“Bagi beberapa kreator konten yang memberikan pendapat mungkin belum paham sepenuhnya. Proses penyidikan bisa menjadi sangat rumit dan sulit, terutama jika mereka tidak terlibat langsung,” jelasnya.
Menanggapi anggapan bahwa konten tersebut dibuat untuk meraih keuntungan, Denny Sumargo dengan tegas membantahnya. Ia menekankan bahwa konten yang melibatkan anak di bawah umur tidak memenuhi syarat untuk dimonetisasi sesuai dengan kebijakan platform digital yang berlaku.
“Saya tidak bisa mendapatkan keuntungan dari konten yang melibatkan anak di bawah umur, karena YouTube memiliki peraturan yang ketat terkait hal ini. Jika melanggar, kami bisa dikenakan sanksi,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: UNIFIL Peringatkan Ancaman Keselamatan Penjaga Perdamaian di Konflik Israel-Hizbullah
➡️ Baca Juga: Istri Taqy Malik Sindir Legging, Salmafina Sunan Memberikan Reaksi Cepat




