Kapal Tanker China Lolos dari Blokade AS di Selat Hormuz Secara Strategis

Sebuah kapal tanker yang dimiliki oleh China, Rich Starry, dilaporkan berhasil berlayar keluar dari Selat Hormuz menuju Teluk Oman tanpa mengalami kendala, meskipun terdapat blokade yang diberlakukan oleh Amerika Serikat yang menargetkan lalu lintas maritim Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memulai tindakan blokade di Selat Hormuz pada malam hari, sebagai bagian dari instruksi Presiden AS Donald Trump setelah negosiasi antara Washington dan Teheran tidak membuahkan hasil.
Menurut laporan yang beredar, kapal tersebut berhasil melintasi selat setelah melakukan dua kali percobaan. Percobaan pertama terpaksa dihentikan ketika blokade AS mulai diterapkan pada hari Senin, memaksa kapal tersebut untuk kembali. Namun, beberapa jam kemudian, kapal itu melakukan upaya kedua dan berhasil melintasi wilayah tersebut.
Kapal tanker Rich Starry, yang sebelumnya dikenal sebagai Full Star, telah dikenakan sanksi oleh pihak AS pada tahun 2023 karena diduga membantu Iran dalam menghindari pembatasan yang terkait dengan sektor energi.
Kapal tanker lain yang juga terpantau, Elpis, dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju Teluk Oman pada saat blokade berlangsung. Tahun lalu, AS menjatuhkan sanksi terhadap kapal tersebut, yang sebelumnya bernama Chamtang, karena keterlibatannya dalam perdagangan minyak Iran.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terhadap berbagai target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban di kalangan warga sipil. Sebagai respons, Iran melakukan serangan balik terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer yang dimiliki AS di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan terkait Iran ini menyebabkan terbentuknya blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Situasi ini juga berdampak signifikan pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Meskipun gencatan senjata selama dua minggu diumumkan oleh Trump pekan lalu, Selat Hormuz belum dibuka kembali untuk lalu lintas maritim.
➡️ Baca Juga: Mobil Listrik Eropa Terjangkau: Temukan Daftar Harganya di Sini
➡️ Baca Juga: Gaya Lucinta Luna Pakai Sarung dan Peci saat Salat Idul Fitri Jadi Sorotan, Netizen: Semoga Istiqomah




