Menhan Israel Tegaskan Iran Akan Menanggung Konsekuensi Berat Jika Serangan Berlanjut

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan bahwa eskalasi serangan militer terhadap Iran akan terus dilakukan dan diperluas. Pernyataan ini disampaikan Katz pada hari Jumat, 27 Maret 2026. Dia menekankan bahwa baik dirinya maupun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan peringatan kepada pemerintah Iran untuk menghentikan serangan rudal yang ditujukan kepada warga sipil di Israel.
“Walaupun telah diberikan peringatan, serangan-serangan tersebut tetap berlanjut. Oleh karena itu, kami akan meningkatkan dan memperluas operasi militer di Iran, menargetkan lebih banyak lokasi serta wilayah yang berkontribusi pada pengembangan dan penggunaan senjata yang dapat membahayakan warga Israel,” ujar Katz, seperti yang dilansir dari CBC News pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Katz juga menegaskan bahwa Iran akan membayar harga yang sangat mahal atas tindakan agresif tersebut, dan konsekuensi yang ditanggung akan semakin meningkat.
Militer Israel melaporkan bahwa serangan yang dilakukan pada hari Jumat menargetkan pusat-pusat di Teheran, termasuk fasilitas produksi rudal balistik dan berbagai jenis senjata lainnya. Selain itu, serangan tersebut juga diarahkan kepada peluncur rudal dan lokasi penyimpanan yang berada di wilayah barat Iran.
Di sisi lain, terlihat asap membumbung di Beirut, meskipun Israel belum memberikan konfirmasi resmi mengenai serangan di ibu kota Lebanon tersebut. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua orang tewas akibat serangan yang terjadi di wilayah selatan Beirut, tepatnya di Tahwitat al-Ghadir, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Militer Israel juga menginformasikan bahwa dua tentaranya dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka yang dialami dalam sebuah insiden operasional di Lebanon selatan. Namun, detail lebih lanjut mengenai kejadian ini belum diungkapkan.
Israel saat ini telah mengerahkan ribuan tentara ke wilayah Lebanon. Pejabat Israel menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk menguasai seluruh area di selatan Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan.
Sementara itu, sirene serangan udara kembali berbunyi di Israel, saat militer berusaha mencegat rudal yang diluncurkan oleh Iran. Iran juga terus meluncurkan rudal dan drone ke negara-negara Arab di kawasan Teluk, dengan sirene peringatan yang terdengar di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Kuwait melaporkan bahwa Pelabuhan Shuwaikh di Kuwait City mengalami kerusakan material akibat serangan yang terjadi, meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Kondisi ini berlangsung menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB yang dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat pagi waktu setempat.
➡️ Baca Juga: Tren Experiential Travel Favorit Milenial dan Gen Z: Manfaat Utama yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: JK soal Aceh-Sumut Rebutan 4 Pulau: Cek Perjanjian Helsinki




