SKK Migas: Sumur UPA-17ST SAKA di Pangkah Tingkatkan Produksi Migas Indonesia

Jakarta – PT Saka Energi Indonesia (SAKA), bagian dari Subholding Gas Pertamina, melalui Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL), telah berhasil menyelesaikan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah, yang terletak di Wilayah Kerja Pangkah di perairan Laut Jawa Timur.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan penghargaan dan sambutan positif atas pencapaian ini. Ia berharap keberhasilan ini dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi migas nasional di masa mendatang.
“Alhamdulillah, hasil dari kegiatan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST menunjukkan performa yang sangat baik,” ungkap Djoko dalam pernyataannya pada Jumat, 3 April 2026.
Direktur Operasi SAKA, Achmad Agus Miftakhurrohman, menambahkan bahwa hasil dari uji produksi menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan. Sumur ini telah berhasil onstream, menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di tanah air.
Menurut Achmad, hasil uji sumur yang dilakukan pada 29 Maret 2026 menunjukkan bahwa sumur UPA-17ST mampu memproduksi 2.443 barel minyak per hari (BOPD) serta 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dari gas yang terasosiasi.
Prestasi ini menegaskan bahwa Lapangan Ujung Pangkah, yang merupakan lapangan pertama yang dikembangkan di Wilayah Kerja Pangkah, masih menyimpan potensi yang besar untuk terus berkontribusi pada peningkatan produksi migas di kawasan Jawa Timur.
Achmad juga mengungkapkan bahwa keberhasilan pemboran ini merupakan pencapaian penting bagi perusahaan di Wilayah Kerja Pangkah. Sebelumnya, SAKA juga telah sukses melakukan pemboran dan mengoperasikan sumur pengembangan lainnya, yaitu Sumur SID-05.
Pemboran UPA-17ST dimulai pada 12 Oktober 2025 dari Well Head Platform-A (WHP-A) dengan menggunakan Rig Jack Up SinoOcean Peace, dan berhasil diselesaikan pada 28 Desember 2025.
Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan Well Intervention (WLI), yang mencakup stimulasi untuk mengoptimalkan produksi sumur. Hal ini bertujuan untuk memastikan aliran hidrokarbon dari reservoir ke permukaan dapat berlangsung dengan baik. Sumur ini telah memasuki tahap uji produksi untuk menentukan laju produksi optimal yang terintegrasi ke dalam sistem produksi lapangan.
“Hasil produksi yang melebihi target menunjukkan potensi reservoir yang luar biasa, sekaligus mencerminkan efektivitas perencanaan teknis yang selalu mengedepankan keselamatan,” ujar Achmad.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang solid dari seluruh tim internal, mitra, serta para pemangku kepentingan lainnya, khususnya manajemen SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya.
➡️ Baca Juga: Strategi Bisnis Adaptif untuk Menghadapi Perubahan Tren Pasar Secara Efektif
➡️ Baca Juga: Strategi Kelola Uang Biar Tak Gali-Tutup Lubang Seperti Aldy Maldini




