Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
sport

Marc Marquez Belum Pulih Total Usai Kecelakaan di Mandalika, Ducati Mulai Khawatir

Performa Marc Marquez di awal musim MotoGP 2026 belum mencapai standar yang diharapkan. Hal ini menjadi sorotan dari tim internalnya, terutama setelah insiden yang terjadi di Sirkuit Mandalika yang tampaknya meninggalkan dampak jangka panjang, sehingga pengaruhnya masih terasa hingga balapan terbaru di Amerika Serikat.

Davide Tardozzi, manajer tim Ducati Lenovo, mengakui secara terbuka bahwa kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya pulih. Cedera pada bahunya yang dialami saat kecelakaan di Mandalika masih menghantui kinerja pembalap Spanyol tersebut di lintasan.

“Jika Anda bertanya tentang persentase pemulihannya, saya tidak bisa memberikan angka pasti, tetapi saya yakin dia belum berada dalam kondisi terbaiknya,” ungkap Tardozzi yang dikutip dari Sky Sport Italia.

“Sayang sekali, apa yang terjadi di Indonesia masih berdampak pada performanya. Dia belum kembali ke kondisi normal,” lanjutnya.

Pernyataan ini tampaknya menjelaskan inkonsistensi yang ditunjukkan Marquez di awal musim ini, termasuk penampilannya di Circuit of The Americas (COTA). Dalam balapan tersebut, tim rival justru menunjukkan dominasi yang kuat.

Aprilia Racing tampil mengesankan dengan berhasil meraih posisi satu dan dua, melalui Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Hasil ini menjadi indikasi jelas bahwa persaingan di musim ini mulai mengalami perubahan yang signifikan.

Tardozzi juga mengakui adanya kemajuan yang signifikan dari Aprilia.

“Aprilia telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Jika kita melihat data dari tahun lalu dan tahun ini, mereka telah meningkatkan performanya antara tujuh hingga delapan persepuluh detik,” jelasnya.

Di sisi lain, Ducati juga menghadapi masalah teknis yang cukup serius. Isu mengenai keausan ban belakang menjadi perhatian utama setelah dikeluhkan oleh dua pembalapnya, Francesco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio.

Menurut Tardozzi, kondisi ini membuat kedua pembalap kesulitan untuk menjaga ritme balapan, terutama saat memasuki fase akhir.

“Di Giannantonio dan Bagnaia dengan jelas menyatakan bahwa mereka tidak bisa mengendalikan ban belakang. Mereka terlalu bergantung pada ban belakang, dan tingkat keausannya terlalu tinggi, terutama di sisi kanan. Pada titik tertentu, mereka tidak dapat melanjutkan balapan,” tegasnya.

Meskipun demikian, masih ada secercah harapan yang terlihat dari performa Marquez dalam kondisi tertentu. Tardozzi menilai bahwa ketika Marquez bebas dari gangguan dan berada dalam ritme yang tepat, dia masih mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap.

“Ketika dia berhasil melewati Raul Fernandez dan menyalip Pecco dan Bastianini, dia mampu memperlihatkan kecepatan delapan persepuluh detik dalam lima hingga enam lap. Ini menunjukkan bahwa saat dalam kondisi optimal, dia masih bisa bersaing di depan,” tambah Tardozzi.

➡️ Baca Juga: Link Live Streaming Futsal Indonesia vs Malaysia: Tayang di TV Mana? Cek Sekarang!

➡️ Baca Juga: Prabowo Sarankan Calon Pemimpin Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK

Related Articles

Back to top button