Tren Experiential Travel Favorit Milenial dan Gen Z: Manfaat Utama yang Perlu Diketahui

Jakarta – Industri pariwisata global diprediksi akan mengalami transformasi besar pada tahun 2026, mengarah pada konsep experiential travel. Pendekatan ini berfokus pada pengalaman yang autentik, personal, dan berkesan, jauh melampaui sekadar kunjungan ke lokasi-lokasi wisata populer.
Para pelancong masa kini tidak lagi merasa puas hanya dengan berfoto di spot-spot terkenal. Mereka kini berkeinginan untuk merasakan langsung budaya lokal, berinteraksi dengan penduduk setempat, dan terlibat dalam aktivitas khas dari daerah yang mereka kunjungi. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai tren ini!
Perkembangan tren ini sangat dipengaruhi oleh perubahan preferensi dari generasi milenial dan Gen Z. Kedua kelompok ini lebih menghargai makna serta cerita di balik setiap perjalanan yang mereka lakukan. Mereka cenderung memilih aktivitas seperti kelas memasak tradisional, tur budaya yang mendalam, serta eksplorasi tempat-tempat tersembunyi yang menawarkan keunikan yang berbeda.
Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China merupakan contoh yang baik dalam mengembangkan konsep ini melalui penyediaan paket wisata yang berbasis pada pengalaman lokal. Hal ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan keaslian dari budaya yang mereka kunjungi.
Selain memberikan kepuasan emosional, experiential travel juga menawarkan manfaat nyata. Dari sudut pandang individu, jenis perjalanan ini dapat meningkatkan pemahaman budaya, memperluas perspektif global, serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental melalui pengalaman yang lebih mendalam dan berarti.
Dari sisi industri, tren ini mendorong pelaku pariwisata untuk menciptakan produk yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berbasis pada komunitas lokal. Hal ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi tetapi juga menjalin hubungan yang lebih erat dengan masyarakat setempat.
Sejalan dengan pertumbuhan tren ini, konsep experiential travel mulai diadopsi dalam sektor perjalanan korporasi. Perjalanan untuk kepentingan bisnis kini dilihat sebagai bagian integral dari strategi perusahaan untuk membangun sumber daya manusia yang lebih produktif dan terlibat. Program corporate incentive travel semakin banyak dimanfaatkan perusahaan sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan sekaligus untuk memperkuat kerjasama tim.
Secara global, industri perjalanan bisnis terus menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan. Laporan dari Global Business Travel Association (GBTA) memperkirakan bahwa belanja untuk perjalanan bisnis di seluruh dunia akan mencapai sekitar USD 1,8 triliun pada tahun 2027. Dengan kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu wilayah yang mengalami pertumbuhan tercepat, hal ini sejalan dengan ekspansi bisnis regional dan meningkatnya mobilitas profesional antarnegara.
Selain itu, laporan Incentive Travel Industry Index yang dikeluarkan oleh SITE Foundation menunjukkan bahwa sekitar 55% perusahaan global berencana untuk meningkatkan anggaran mereka untuk perjalanan insentif. Ini mencerminkan kepercayaan yang semakin meningkat dari perusahaan terhadap efektivitas program ini dalam meningkatkan motivasi serta loyalitas karyawan.
➡️ Baca Juga: Inovasi dalam Pendidikan: Pembelajaran Daring yang Efektif
➡️ Baca Juga: Brimob Amankan Lokasi Kejadian Ledakan di Masjid Jember dengan Ketat




