pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
lifestyle

Resto Nunung Sepi Pengunjung Setelah Karyawan Temukan Benda Misterius yang Muncul Kembali

Bisnis kuliner yang dikelola oleh Nunung bersama keluarganya di Solo, Jawa Tengah, mengalami tantangan yang signifikan. Setelah awal yang cerah, rumah makan ini kini merasakan penurunan jumlah pengunjung yang cukup tajam, sebuah kondisi yang tidak terduga bagi mereka.

Kondisi yang kurang menggembirakan ini mendorong keluarga dan staf Nunung untuk mencari tahu penyebab dari penurunan tersebut. Beberapa karyawan bahkan mengemukakan teori bahwa ada faktor supernatural yang mungkin berkontribusi terhadap sepinya pengunjung di rumah makan ini.

Rumah makan yang dikenal dengan nama Songoseng by Mami Nunung mulai beroperasi pada bulan November 2024. Usaha ini dikelola oleh keluarga Nunung dengan menyajikan hidangan khas Jawa yang diambil dari resep turun-temurun mereka.

Pada awal pembukaannya, Songoseng menerima sambutan hangat dari masyarakat. Nama Nunung yang sudah cukup terkenal, ditambah dengan dukungan dari Raffi Ahmad dalam bentuk investasi dan lokasi usaha, membantu menarik perhatian banyak pelanggan.

Namun, popularitas yang dirasakan tidak berlangsung lama. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung mengalami penurunan yang signifikan, berdampak langsung pada pendapatan rumah makan tersebut.

“Penjualan menurun secara drastis,” ungkap Nunung saat tampil sebagai bintang tamu dalam sebuah program televisi yang populer.

Nunung sendiri awalnya memandang situasi ini sebagai bagian dari persaingan yang wajar dalam dunia bisnis. Ia menyadari bahwa Solo merupakan kota yang kaya akan pilihan kuliner, sehingga persaingan antar usaha tidak dapat dihindari.

“Saya tidak ingin berprasangka buruk, persaingan memang ada. Sekarang sepi sekali, tapi tetap buka. Jika tidak buka, keluarga saya mau kerja apa?” jelas Nunung.

Namun, karyawan-karyawan di rumah makan tersebut memiliki pendapat yang berbeda. Mereka merasa ada sesuatu yang aneh dengan kondisi yang tengah dialami oleh Songoseng dan merekomendasikan agar Nunung mempertimbangkan untuk melakukan ruqyah.

Kecurigaan ini muncul setelah salah seorang karyawan mendengar dari pelanggan yang mengira rumah makan tersebut sudah tutup. Padahal, Nunung menegaskan bahwa Songoseng tetap beroperasi seperti biasa.

Ketidakpastian semakin menguat setelah beberapa karyawan melaporkan penemuan benda-benda aneh di sekitar rumah makan. Benda-benda tersebut bahkan disebut-sebut muncul kembali meskipun sebelumnya sudah dibuang atau dimusnahkan, menambah misteri yang menyelimuti usaha kuliner ini.

➡️ Baca Juga: Banjir Menggenangi Ratusan Rumah di Donggala Sulteng, 552 Unit Terimbas dan Fasilitas Umum Terpengaruh

➡️ Baca Juga: Penyaluran Kredit Industri Perbankan Mencapai Rp 9.135 Triliun pada Juli 2026

Related Articles

Back to top button