Trump Menuduh Iran Langgar Gencatan Senjata Sambil Kirim Delegasi untuk Berunding di Pakistan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam sebuah unggahan di platform Truth Social pada hari Minggu, 19 April 2026, menuduh Iran melakukan ‘pelanggaran total’ terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati. Ia mengklaim bahwa Iran telah “menembakkan peluru” di Selat Hormuz, dengan sebagian besar tembakan tersebut ditujukan kepada kapal-kapal Prancis dan kargo dari Inggris.
Di sisi lain, Trump menginformasikan bahwa delegasi AS akan tiba di Islamabad, Pakistan, pada Senin malam untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Dalam pernyataannya, ia kembali menegaskan ancamannya untuk menghancurkan infrastruktur penting di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika kesepakatan yang diinginkan tidak tercapai.
“Kami telah menawarkan suatu KESEPAKATAN yang sangat adil dan wajar, dan saya berharap mereka mau menerimanya. Jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan yang ada di Iran,” tulis Trump dalam unggahannya.
Trump menambahkan, “TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK HATI! Mereka akan segera menghadapi konsekuensinya, dan jika mereka menolak KESEPAKATAN itu, saya akan merasa terhormat untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh presiden-presiden terdahulu selama 47 tahun terakhir. SAATNYA MESIN PEMBUNUH IRAN HARUS DITUNTASKAN!”
Namun, menurut Jonathan Karl, reporter ABC News, Trump masih optimis bahwa kesepakatan damai dapat dicapai. Ia menyatakan, “Hal itu pasti akan terjadi. Dengan satu cara atau cara lainnya. Entah dengan cara yang baik atau cara yang sulit. Itu akan terjadi. Anda dapat mengutip saya.”
Di sisi lain, negosiator utama Iran mengungkapkan bahwa pembicaraan terbaru dengan AS menunjukkan adanya kemajuan, sementara Trump juga menyebut adanya “percakapan yang sangat baik” dengan pihak Teheran. Sayangnya, baik AS maupun Iran belum memberikan rincian spesifik mengenai kemajuan tersebut.
Sementara itu, Mohammad Baqer Qalibaf, kepala negosiator Iran, mengungkapkan bahwa kedua belah pihak masih memiliki perbedaan yang signifikan terkait isu nuklir dan situasi di Selat Hormuz, yang menjadi penghalang utama dalam negosiasi.
Pada hari Sabtu, Iran, yang sebelumnya mengumumkan akan mengizinkan pelayaran di Selat Hormuz, mengubah pendiriannya dan menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata dengan tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah memberlakukan kembali kontrol atas Selat Hormuz pada hari Sabtu. Setidaknya dua kapal dilaporkan diserang saat mencoba melintasi jalur air tersebut. India bahkan telah memanggil duta besar Iran di New Delhi untuk menyampaikan keprihatinan mendalam terkait insiden penembakan terhadap dua kapal berbendera India di selat tersebut.
➡️ Baca Juga: Rupiah Tertekan di 17.156 akibat Lonjakan Utang Luar Negeri dan Tekanan Fiskal RI
➡️ Baca Juga: Rencanakan Strategi Bisnis Desember yang Efektif untuk Meningkatkan Profitabilitas Anda




