Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Bomo, 6 Nelayan Berhasil Diselamatkan

Jakarta – Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terkait insiden tenggelamnya kapal nelayan yang terjadi saat mereka sedang memancing di Perairan Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 12 September 2026.
Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika kapal yang mengangkut enam nelayan mengalami hantaman ombak saat dalam perjalanan dari Pantai Bomo menuju lokasi bagan laut.
Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada pukul 15.48 WIB, Tim Rescue dari Kantor SAR Banyuwangi segera bergegas menuju lokasi menggunakan RIB-02, yang pada saat itu tengah berada di perairan Alas Purwa untuk melakukan pencarian di Jembrana.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengungkapkan bahwa setelah tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.50 WIB, mereka menemukan informasi bahwa para nelayan berada di dua titik yang berbeda.
Empat dari enam nelayan tersebut ditemukan bertahan di rompon di permukaan laut pada arah radial 126° dengan jarak sekitar 0,3 nautical mile dari lokasi awal kejadian, sedangkan dua nelayan lainnya berada di lokasi bagan.
“Tim segera melaksanakan evakuasi terhadap semua korban. Empat nelayan berhasil diselamatkan dari rompon dalam keadaan selamat, dan tim kemudian melanjutkan proses penyelamatan untuk dua nelayan lainnya yang berada di bagan,” jelasnya pada hari yang sama.
Proses evakuasi seluruh korban berhasil diselesaikan pada pukul 17.50 WIB. Keenam nelayan tersebut kemudian diangkut menggunakan RIB-02 menuju Pantai Marina Boom Banyuwangi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Pada pukul 18.43 WIB, RIB-02 tiba di Dermaga Pantai Marina Boom dengan semua korban dalam keadaan selamat. Keenam korban yang berhasil diselamatkan adalah Mula (56), yang berperan sebagai nakhoda, Aldi Dharmawan (20), Aziz (46), Wahyu (23), Rudi Hartono (34), dan Solihin (50).
Dalam pelaksanaan operasi SAR ini, Kantor SAR Banyuwangi melibatkan 10 personel dari Tim Rescue, ditambah dua personel dari Damkar Banyuwangi, dua dari Polsek Blimbingsari, satu dari Koramil Blimbingsari, serta lima masyarakat dan nelayan lokal yang memberikan bantuan.
Operasi evakuasi didukung oleh berbagai peralatan, termasuk Rescue Car Type 2, RIB-02 Banyuwangi, peralatan penyelamatan di air, peralatan medis, dan alat komunikasi. Selama proses berlangsung, kondisi cuaca cukup cerah, dengan kecepatan angin sekitar 10 knot dari arah tenggara dan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
I Made Oka Astawa memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan, termasuk masyarakat dan nelayan yang berkontribusi dalam proses penanganan kejadian tersebut.
➡️ Baca Juga: Panduan Kesehatan Harian untuk Mempertahankan Pola Hidup Sehat Secara Konsisten
➡️ Baca Juga: Kapolri Perintahkan Penyidikan Mendalam Terkait Penyiraman Air Keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus




