Jenazah Korban Kapal Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin untuk Pemakaman

Jenazah salah satu korban dari kapal Virgo Transport 8 telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WITA. Jenazah yang diterima tersebut berjenis kelamin laki-laki.
Humas Basarnas Banjarmasin, Singgih, mengungkapkan bahwa jenazah tersebut saat ini masih berstatus Mr. X, karena proses identifikasi dan pendataan masih berlangsung.
“Statusnya masih sebagai mister X. Kami sedang melakukan proses pendataan lengkap untuk memastikan identitas dan jenis kelamin yang bersangkutan,” ungkap Singgih pada Senin, 14 September 2026.
Jenazah tersebut terlihat diturunkan dengan menggunakan kantong jenazah saat tiba dari kapal tanker MT Mauhau, milik PT Pertamina Patra Niaga, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Selain itu, kapal tersebut juga membawa 15 penumpang yang selamat dari insiden kapal Virgo Transport 8.
Setibanya di pelabuhan, jenazah langsung diserahkan kepada tim DVI Polda Kalimantan Selatan untuk proses penanganan lebih lanjut. Sementara itu, 15 penumpang yang berhasil selamat mendapatkan perawatan di posko kesehatan setempat.
Di samping kapal MT Mauhau, kapal KN SAR Laksamana 241 juga terlibat dalam evakuasi, membawa satu orang korban selamat ke pelabuhan.
Hingga pagi ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 17 orang. Berdasarkan data dari Basarnas, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 113 penumpang, terdiri dari 107 orang yang selamat dan enam orang yang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian di lokasi kejadian.
Sebelumnya, kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 10.13 GMT.
Putu menjelaskan bahwa kapal mulai tidak dapat dihubungi pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WITA, setelah mengalami kondisi cuaca buruk dalam perjalanannya.
“Posisi terakhir kapal yang kami terima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin,” jelasnya.
Kantor SAR Kelas A Banjarmasin menerima laporan mengenai hilangnya kontak kapal tersebut pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi. Menanggapi laporan tersebut, tim SAR Banjarmasin segera meluncurkan operasi pencarian ke lokasi yang diperkirakan sebagai posisi terakhir kapal pada pukul 04.30 WITA.
➡️ Baca Juga: Menemukan Inspirasi dari Tokoh-Tokoh Besar Dunia
➡️ Baca Juga: Analisis Pertandingan Persib Vs PSM Makassar: Maung Bandung Unggul atas Rekor Juku Eja




