pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Penyebab Konser Kotak di Kota Tua Berhenti Terungkap, Pelakunya Sudah Ditangkap

Suasana konser di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, tiba-tiba berubah pada malam hari, 13 September 2026. Para penonton yang sedang menikmati penampilan musik dikejutkan oleh bau menyengat dan serbuk yang menyebabkan mata mereka terasa pedih dan kesulitan bernapas.

Kejadian ini terjadi saat konser memasuki hari kedua. Sebelumnya, acara yang dimulai pada 12 September 2026 itu berlangsung dengan baik dan dalam suasana yang kondusif.

Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, mengatakan bahwa bau tidak sedap mulai tercium sekitar pukul 22.45 WIB, di mana acara masih berlangsung.

“Semua berjalan dengan baik hingga sekitar jam 22.45 WIB, saat lagu sedang dinyanyikan, tercium bau yang tidak sedap, mirip dengan bau kentut,” ungkapnya pada 14 September 2026.

Situasi mulai memburuk ketika Band Kotak melanjutkan penampilannya hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Pengunjung yang berada di area depan panggung mulai merasakan iritasi pada mata dan kesulitan bernapas.

Denny memastikan bahwa zat yang membuat pengunjung terpengaruh bukanlah gas air mata. Ia menjelaskan bahwa zat tersebut berupa serbuk yang tidak meninggalkan jejak, tetapi menghasilkan bau menyengat dan menyebabkan sesak napas.

“Kotak terus tampil hingga jam 23.00, dan puncaknya, banyak yang merasa mata mereka mulai pedih di area depan. Itu bukan gas air mata, melainkan serbuk yang tidak meninggalkan bekas. Anehnya, serbuk ini menimbulkan bau yang sangat tidak sedap dan menyebabkan sesak napas,” jelasnya.

Akhirnya, penampilan Kotak dihentikan. Petugas keamanan segera bertindak setelah menyadari kondisi yang memburuk dan mengamankan seorang pria yang diduga membawa serbuk tersebut.

“Tantri Kotak mundur dan menghentikan penampilan. Tim keamanan langsung bertindak. Kami berkoordinasi dengan tiga pilar untuk memastikan warga yang terdampak dapat ditangani,” tuturnya.

Denny mencurigai bahwa pria tersebut sengaja menciptakan situasi kacau di konser. Dia menduga bahwa kondisi tersebut mungkin dimanfaatkan untuk melakukan tindakan kriminal lainnya, seperti pencopetan.

“Pelaku yang diduga ingin mengacaukan suasana mungkin ingin memanfaatkan keramaian ini untuk melakukan aksi lain, termasuk pencopetan,” ujarnya.

Setelah pria tersebut diamankan, petugas segera melakukan sterilisasi area konser. Proses ini berlangsung sekitar 15 menit.

Pria yang ditangkap kemudian dibawa ke Polsek Subsektor Pinangsia untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Secara teknis, pelaku sudah ditahan dan kami membuka saluran komunikasi bagi warga yang merasa terdampak untuk melaporkan,” katanya.

➡️ Baca Juga: Kenaikan Klaim Kelalaian Klinis Akibat Kegagalan Prosedur Dasar di A&E Inggris

➡️ Baca Juga: Giorgio Antonio Hadapi Tagihan Rp200 Juta dari Nikita Mirzani, Ternyata Melakukan Ini Secara Diam-diam

Related Articles

Back to top button