Penyebab Kebakaran Hanguskan 9 Rumah di Asrama TNI AD Kupang Ternyata Korsleting Listrik

Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigadir Jenderal TNI Hendro Cahyono, mengungkapkan bahwa kebakaran yang melanda sembilan rumah di asrama TNI AD Kuanino, Kota Kupang, pada malam Sabtu, 12 September 2026, diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 21.30 WITA dan memicu kepanikan di kalangan penghuni.
Hendro menekankan bahwa meskipun hubungan pendek arus listrik menjadi dugaan awal, penyelidikan mendalam masih diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran secara akurat. Hal ini penting untuk memastikan semua faktor yang berkontribusi terhadap insiden ini dipertimbangkan.
“Untuk saat ini, kami masih meneliti lebih lanjut. Dugaan awal adalah korsleting listrik,” ungkap Hendro saat memberikan keterangan di Kupang pada Minggu sore. Ia menegaskan bahwa semua langkah akan diambil untuk mendapatkan kejelasan mengenai insiden tragis ini.
Setelah kebakaran, Brigadir Jenderal Hendro bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Ny Kartika Adiningtyas Cahyono, serta staf terkait, segera memberikan bantuan kepada anggota TNI AD dan keluarganya yang terkena dampak kebakaran. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan mendesak bagi para korban, sebagai langkah untuk meringankan beban yang mereka hadapi akibat musibah yang tidak terduga ini. Hal ini juga mencerminkan komitmen jajaran Korem 161/Wira Sakti untuk memperhatikan kesejahteraan anggota dan keluarganya.
Danrem memastikan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan melakukan pendataan kerusakan serta kebutuhan yang muncul pascakebakaran. Hal ini penting untuk merumuskan langkah-langkah selanjutnya dalam memberikan dukungan kepada para korban.
Peristiwa kebakaran terjadi di kawasan rumah dinas yang terletak di Barak Sonbay. Setelah menerima berita mengenai kejadian tersebut, Danrem segera menuju lokasi untuk memimpin operasi penanganan dan memastikan proses pemadaman api berjalan dengan baik dan tidak terjadi kebakaran ulang.
Hendro menjelaskan bahwa sesaat setelah informasi kebakaran diterima, ia langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menangani situasi. Langkah cepat ini diambil untuk mencegah kebakaran meluas dan memastikan keselamatan semua penghuni di sekitar lokasi.
Dalam laporan resmi yang dikeluarkan oleh Penerangan Korem 161/Wira Sakti, diketahui bahwa penghuni asrama dan warga setempat melakukan upaya awal untuk mengendalikan api dengan cara yang mungkin, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Tim Pemadam Kebakaran Kota Kupang tiba di lokasi sekitar pukul 22.02 WITA dan segera melakukan tindakan pemadaman. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Kupang dikerahkan untuk menangani insiden tersebut dan berusaha memadamkan api secepat mungkin.
Selain itu, dua unit kendaraan water canon dari Polda NTT dan Polresta Kupang Kota juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Sinergi antara berbagai instansi ini menunjukkan pentingnya kerjasama dalam menghadapi situasi darurat.
Setelah berupaya memadamkan api selama kurang lebih dua jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan memadamkan api pada pukul 23.51 WITA. Selanjutnya, mereka melakukan pemantauan di area sekitar untuk memastikan tidak ada sisa api yang bisa memicu kebakaran kembali.
➡️ Baca Juga: Kiper Real Betis Ungkap Strategi Efektif Menghadapi Penalti Kylian Mbappe
➡️ Baca Juga: Destry Resmi Jabat Gubernur BI, Purbaya Harap Kebijakan KSSK Dapat Diperkuat




