Dampak Negatif Hotspot pada HP: Risiko Kerusakan Baterai hingga Potensi Ledakan

Penggunaan ponsel sebagai hotspot telah menjadi praktik umum bagi banyak orang di Indonesia. Ketika akses Wi-Fi tidak tersedia, ponsel dapat diaktifkan sebagai Hotspot Pribadi untuk menghubungkan perangkat lain seperti laptop atau tablet ke internet. Namun, kebiasaan ini sebaiknya dilakukan dengan bijak.
Sayangnya, penggunaan hotspot yang berlebihan dapat membawa risiko, terutama jika ponsel mulai terasa sangat panas. Insiden yang terjadi pada dua ponsel yang terbakar di sekitar Stasiun Rawa Buntu pada 17 September 2026 menjadi pengingat penting bahwa kondisi baterai dan suhu perangkat harus diperhatikan dengan serius.
Laporan mengenai kejadian tersebut mengindikasikan bahwa dua unit ponsel dalam sebuah tas mengalami korsleting hingga menyebabkan kebakaran. Tim petugas kemudian turun tangan untuk memadamkan api dan mengamankan lokasi.
Ada alasan teknis di balik mengapa penggunaan hotspot dalam waktu lama dapat menyebabkan ponsel menjadi lebih panas.
Hotspot dapat membebani ponsel untuk bekerja lebih keras.
Dalam panduan resmi dari Samsung, dijelaskan bahwa penggunaan hotspot atau tethering dalam durasi yang panjang dapat membuat perangkat Galaxy menjadi panas. Aktivitas ini menggunakan koneksi seluler secara terus-menerus, yang pada gilirannya meningkatkan konsumsi daya.
Kondisi ini dapat memburuk ketika ponsel berada di area panas, saat sinyal seluler lemah, layar tetap menyala, atau saat beberapa aplikasi berjalan bersamaan.
Panas berlebih bukan sekadar masalah kenyamanan; dampaknya bisa lebih serius. Suhu tinggi yang berulang dapat merugikan kondisi baterai. Apple juga menekankan bahwa suhu tinggi dapat menyebabkan penurunan masa pakai baterai secara permanen.
Oleh karena itu, bagi pengguna yang menjadikan ponsel sebagai hotspot, sangat penting untuk memantau suhu perangkat, terutama saat koneksi berlangsung selama berjam-jam.
Hindari menggunakan ponsel yang memiliki masalah pada baterai.
Lebih penting lagi adalah memperhatikan kondisi fisik baterai. Ponsel yang pernah mengalami jatuh keras, terpapar cairan, atau memiliki kerusakan fisik, termasuk baterai yang mulai mengembung, sebaiknya tidak digunakan secara biasa.
Apple juga memperingatkan bahwa baterai yang rusak berpotensi menyebabkan panas berlebih, kebakaran, atau bahkan cedera. Sebaiknya, perbaikan baterai dilakukan oleh teknisi yang terlatih dan berpengalaman.
Pengguna juga sebaiknya tidak memaksa ponsel untuk bekerja saat perangkat sudah mulai terasa sangat panas. Samsung merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan, mencabut pengisi daya jika sedang mengisi, dan membiarkan perangkat mendingin sebelum digunakan kembali.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengelola Investasi Jangka Panjang untuk Meningkatkan Keuntungan Secara Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: Latihan Pagi Hari untuk Memperkuat Otot Inti dan Menjaga Postur Tubuh Stabil




