uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Negara-Negara Teluk Menggelar Pertemuan Bahas Kesiapan Militer Menghadapi Houthi

Serangan dari kelompok Houthi di Yaman semakin sering dan intensif, mendorong negara-negara Teluk untuk mengambil langkah tegas. Dalam konteks ini, sebuah pertemuan mendesak diadakan oleh negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk membahas strategi internasional yang dapat diterapkan secara efektif terhadap kelompok Houthi.

Pertemuan ini berlangsung pada hari Rabu lalu di Riyadh, Arab Saudi, dan diselenggarakan oleh Komite Operasi dan Pelatihan Angkatan Bersenjata GCC. Pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi pelaksanaan pertemuan tersebut, menunjukkan komitmen para anggotanya dalam menghadapi ancaman yang semakin nyata.

Dewan Kerja Sama Teluk terdiri dari Arab Saudi, UEA, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman. Meskipun nama-nama peserta tidak dipublikasikan, Kementerian menyampaikan bahwa pertemuan ini diadakan di markas Sekretariat Jenderal GCC, menandakan pentingnya diskusi yang berlangsung di sana.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah penguatan kerjasama militer di antara negara-negara Teluk, dengan penekanan pada peningkatan sinergi dalam operasi dan pelatihan. Selain itu, dibahas pula pengembangan mekanisme yang lebih baik untuk koordinasi dan integrasi di antara angkatan bersenjata negara-negara tersebut.

Diskusi ini muncul di tengah meningkatnya serangan dari kelompok Houthi, yang mengincar wilayah Arab Saudi dan berbagai upaya dari negara-negara Teluk serta komunitas internasional untuk menghentikan serangan-serangan tersebut. Keberadaan ancaman ini telah menuntut respons yang lebih terkoordinasi dan kuat dari negara-negara di kawasan tersebut.

➡️ Baca Juga: KBRI Riyadh Batalkan Salat Idul Fitri Akibat Situasi Terkini di Timur Tengah

➡️ Baca Juga: Perlakuan Lindi Fitriyana sebagai Ibu Sambung Anak-anak Virgoun yang Terungkap

Related Articles

Back to top button