uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Semeru Siaga, Getaran Banjir Lahar Bertahan Hampir 4 Jam Terus-Menerus

Banjir lahar yang dipicu oleh hujan deras di Gunung Semeru telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam aliran sungai di daerah sekitarnya, termasuk beberapa sungai yang bersumber dari gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Getaran akibat banjir lahar tercatat berlangsung hampir empat jam pada malam Jumat, 30 Oktober 2026. Meskipun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memberikan kepastian bahwa aktivitas masyarakat di sekitar lereng Semeru tetap berjalan seperti biasa tanpa adanya gangguan berarti.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa dampak dari peningkatan debit air tersebut lebih dirasakan pada proyek pembangunan sabo dam di Curah Kobokan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas masyarakat tidak terganggu, proyek infrastruktur mengalami kendala.

“Aktivitas masyarakat berjalan lancar, namun pembangunan sabo dam di Curah Kobokan mengalami gangguan akibat peningkatan debit air,” ungkap Isnugroho pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Menurut pantauan aktivitas Gunung Semeru dalam periode 24 jam pada hari Jumat, terdapat satu kali gempa getaran banjir yang tercatat dengan amplitudo mencapai 50 milimeter dan berlangsung selama 13.524 detik atau hampir empat jam.

Hujan deras yang melanda wilayah gunung tersebut menjadi pemicu utama peningkatan debit air di berbagai daerah aliran sungai (DAS) yang bersumber dari Gunung Semeru, menimbulkan potensi risiko yang perlu diwaspadai.

Isnugroho menegaskan bahwa petugas terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir lahar. Informasi terkait peningkatan aktivitas akan disampaikan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di tepi sungai.

“Petugas selalu melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Semeru. Jika terdapat getaran banjir lahar dengan intensitas hujan yang tinggi, informasi tersebut akan segera disampaikan kepada masyarakat, dengan imbauan untuk tetap berhati-hati, terutama bagi yang berada di sekitar bantaran sungai,” jelasnya.

Selain dari getaran banjir, aktivitas vulkanik Gunung Semeru juga masih dalam pemantauan. Dalam periode observasi yang sama, tercatat 88 kali gempa yang terkait dengan letusan atau erupsi, dua kali gempa harmonik, delapan kali gempa guguran, empat kali gempa tektonik jauh, dan sepuluh kali gempa embusan.

Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak oleh perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

➡️ Baca Juga: Newcastle Kalahkan MU Dengan 10 Pemain, Arsenal Semakin Dominan di Liga

➡️ Baca Juga: Ledakan Bom Mobil di Pakistan Tewaskan 16 Orang saat Salat Jumat di Depan Kantor Polisi

Related Articles

Back to top button