Ruben Onsu Tolak Campur Tangan Komnas PA, Fokus pada Proses Hukum yang Sedang Berjalan

Ruben Onsu baru-baru ini menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap tindakan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang mengkritik konflik yang terjadi antara dirinya dan Sarwendah di ruang publik. Melalui unggahan di Instagram, Ruben menilai bahwa lembaga tersebut seharusnya lebih berhati-hati dalam menyikapi masalah yang saat ini sedang ditangani oleh pihak berwenang dan tengah berlangsung di pengadilan.
Sikap keberatan Ruben muncul setelah Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, memberikan pernyataan yang mengecam kedua belah pihak yang dinilai terus-menerus memamerkan pertikaian mereka di hadapan publik. Komnas PA juga menunjukkan keprihatinan mengenai kemungkinan pencabutan hak asuh jika perselisihan tersebut terbukti berdampak buruk pada kondisi psikologis dan perkembangan anak.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ruben tidak hanya menyampaikan ketidaksetujuan, tetapi juga mempertanyakan prioritas Komnas PA dalam menjalankan misi perlindungan anak. Ia merasa penting untuk mengevaluasi kembali fokus lembaga tersebut dalam menghadapi isu-isu yang lebih mendesak.
Dalam unggahannya, Ruben secara langsung mengkritik Komnas PA, yang dinilai terlalu jauh mengintervensi masalah yang saat ini sedang dalam proses hukum. Ia meminta agar kasus yang belum selesai tidak semakin menjadi sorotan di publik, sehingga tidak menambah kerumitan.
“Sekarang muncul lagi pihak @komnasanak, tampak sangat bernafsu untuk mengurusi hal-hal yang sudah ditangani oleh lembaga resmi negara. Urusan negara yang lebih penting, seperti kebakaran hutan yang masih banyak menimbulkan korban, terutama anak-anak. Ayo bantu suarakan hal yang lebih mendesak, saya juga mengecam jika Anda terus membahas hal yang sedang di pengadilan. Ini bukan sekadar perdebatan, tetapi meluruskan informasi yang merendahkan martabat seorang ayah,” tulis Ruben dalam unggahannya yang diposting pada Kamis (22/10/26).
Di samping mengkritisi komentar dari Komnas PA, Ruben juga mempertanyakan siapa yang sebenarnya meminta perlindungan kepada lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta perlindungan dari Komnas PA dan lebih memilih untuk memohon kepada Tuhan dalam menghadapi permasalahan yang ada.
“Hayo, siapa yang datang kepada kalian untuk meminta perlindungan? Jika saya, lebih memilih untuk meminta kepada Allah, bukan kepada kalian,” tambahnya dengan tegas.
Ruben kemudian mengimbau agar Komnas PA mempelajari masalah secara menyeluruh sebelum memberikan pendapat di depan publik. Menurutnya, pemahaman yang mendalam sangat diperlukan agar pernyataan yang disampaikan tidak justru menimbulkan masalah baru.
“Pelajari terlebih dahulu sebelum bersuara agar pernyataan yang disampaikan terlihat lebih substansial. Melalui unggahan ini, saya menyatakan keberatan jika Anda terus memanfaatkan masalah yang sedang ditangani oleh lembaga resmi negara,” tegas Ruben dengan penuh keyakinan.
Dalam situasi yang melibatkan isu-isu sensitif seperti perlindungan anak, penting bagi semua pihak untuk bersikap bijak dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan. Ruben Onsu, sebagai seorang publik figur dan ayah, merasa bahwa tindakan Komnas PA dapat menambah beban dalam proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap agar lembaga tersebut dapat lebih fokus pada isu yang lebih mendesak dan relevan.
Ruben mengingatkan bahwa isu hak asuh anak bukanlah hal yang sepele dan harus ditangani dengan hati-hati. Ia menekankan bahwa keputusan yang diambil dalam konteks ini harus berdasarkan fakta dan bukti yang jelas, bukan opini yang dapat mempengaruhi persepsi publik.
Dalam pandangannya, peran media dan lembaga perlindungan anak dalam hal ini haruslah konstruktif. Mengedukasi masyarakat tentang hak-hak anak memang penting, tetapi harus dilakukan dengan cara yang tidak merugikan individu yang terlibat dalam proses hukum.
Sikap kritis Ruben Onsu terhadap Komnas PA menunjukkan bahwa ia sangat peduli dengan reputasi dan harga diri keluarganya. Ia berusaha untuk melindungi dirinya dan keluarganya dari pandangan negatif yang mungkin timbul akibat konflik yang sedang berjalan.
Dengan latar belakang sebagai seorang entertainer dan figur publik, Ruben memahami betul bagaimana publik dapat dengan cepat menilai situasi tertentu. Oleh karena itu, ia merasa perlu untuk meluruskan informasi yang beredar agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan masyarakat.
Ruben berharap agar semua pihak dapat lebih bijak dalam menjaga nama baik dan martabat, baik sebagai individu maupun sebagai lembaga. Ia percaya bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan tidak diperlakukan secara sepihak.
Dengan segala pernyataan dan klarifikasi yang telah disampaikan, Ruben Onsu menunjukkan bahwa ia siap menghadapi tantangan ini dengan kepala dingin. Ia berharap agar proses hukum yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
➡️ Baca Juga: 370 Anak Palestina Ditahan di Penjara Israel: Tinjauan Situasi Terkini
➡️ Baca Juga: AS Berusaha Mengadopsi Teknologi Canggih dari Rusia untuk Kemajuan Inovasi




