Persita Vs Persija Terjadi Kericuhan, Panpel Dikenakan Denda Rp40 Juta

Kericuhan yang melibatkan suporter dalam pertandingan antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS) pada Sabtu, 17 Oktober 2026, berujung pada tindakan sanksi. Panitia pelaksana (panpel) dari pertandingan tersebut dikenakan denda sebesar Rp40 juta setelah dinyatakan gagal dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam stadion.
Ferry Paulus, selaku Direktur Utama I.League, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin (Komdis). Penyelenggara kompetisi Super League menilai bahwa panpel memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pertandingan berlangsung dengan aman, termasuk mengantisipasi kemungkinan kericuhan yang dapat terjadi di area stadion.
“Panitia pelaksana pertandingan Persita di kompetisi Super League telah dijatuhi sanksi berupa denda Rp40 juta akibat pelanggaran dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya pertandingan,” jelas Ferry dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Ferry menambahkan bahwa meskipun pertandingan Persita melawan Persija seharusnya berlangsung dengan baik, keributan di antara suporter telah mengganggu jalannya laga. Insiden tersebut menyebabkan pertandingan terhenti selama sekitar 30 menit.
Pertandingan yang seharusnya dilanjutkan pada pukul 20.00 WIB akhirnya kembali bergulir pada pukul 20.31 WIB setelah terhenti akibat kericuhan.
Menurut Ferry, masalah yang menjadi pemicu kericuhan tersebut berawal dari persoalan sepele terkait spanduk. Namun, situasi yang awalnya tampak sederhana ini berkembang menjadi masalah keamanan yang signifikan, yang langsung mempengaruhi jalannya pertandingan.
“Secara keseluruhan, pertandingan berlangsung dengan baik. Namun, di babak kedua, terjadi keributan yang disebabkan oleh hal sepele, yaitu masalah spanduk,” tuturnya.
Di sisi lain, Polda Banten sebelumnya menjelaskan kronologi kericuhan yang terjadi selama pertandingan tersebut. Insiden ini diawali dengan aksi saling ejek antara suporter Persita dan Persija di sekitar Gate 14 pada menit ke-25 babak pertama.
Kombes Pol Maruli Hutapea, Kabid Humas Polda Banten, menjelaskan bahwa ketegangan semakin meningkat ketika kedua kelompok suporter mulai mengeluarkan yel-yel dukungan untuk tim masing-masing. Suasana kembali memanas saat jeda babak pertama.
Maruli melanjutkan bahwa sejumlah suporter Persija kemudian mendekati area tribun yang ditempati oleh pendukung Persita di Gate 5, Gate 6, dan Gate 7. Kehadiran mereka disertai dengan provokasi yang memicu perselisihan antar kelompok suporter.
Akibat situasi tersebut, sejumlah suporter Persita berusaha menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka bahkan melompati pembatas tribun ke lintasan jogging track untuk menghindari keributan yang terjadi.
➡️ Baca Juga: DPR Anjurkan Penerapan PJJ di Tiga Wilayah, Tanggapi Aktivitas Gunung Lainnya
➡️ Baca Juga: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia




