Investasi dalam Teknologi Keselamatan Jalan untuk Mengurangi Korban Jiwa dan Kerugian Ekonomi

Penguatan teknologi keselamatan pada sepeda motor bukan hanya sekadar kebutuhan untuk melindungi pengendara, tetapi juga merupakan investasi yang signifikan untuk mengurangi jumlah korban jiwa serta kerugian ekonomi yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.
Di tanah air, setiap jam rata-rata tiga orang kehilangan nyawa akibat kecelakaan di jalan raya. Ini berarti, dalam waktu kurang dari 20 menit, satu kecelakaan fatal terjadi.
Angka kematian yang tinggi ini sebagian besar dipengaruhi oleh populasi sepeda motor yang mendominasi jalan. Kendaraan roda dua terlibat dalam sekitar 73 persen dari lebih 149 ribu kecelakaan yang tercatat setiap tahunnya.
Kondisi ini menjadikan pengembangan teknologi keselamatan pada sepeda motor sebagai salah satu langkah krusial untuk menurunkan angka fatalitas akibat kecelakaan.
Penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan bahwa salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah ketidakmampuan pengendara dalam melakukan pengereman dengan tepat.
Dalam situasi tertentu, roda sepeda motor dapat terkunci dalam waktu kurang dari 0,2 detik. Sebaliknya, manusia umumnya memerlukan waktu rata-rata sekitar 0,75 detik untuk bereaksi ketika dalam keadaan panik.
Perbedaan waktu respons ini berpotensi membuat pengendara kehilangan kendali atas kendaraan sebelum kecelakaan terjadi.
Sony Sulaksono Wibowo, peneliti dari ITB, menjelaskan bahwa kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya teknologi kendaraan sebagai tambahan lapisan perlindungan ketika manusia tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi.
“Ketika roda terkunci, sepeda motor berisiko kehilangan traksi dan kendali. Keselamatan harus ditangani dari akar masalah, yaitu mengatasi hazard. Salah satu potensi bahaya dari kendaraan roda dua adalah pada kendaraannya sendiri. Oleh karena itu, kami di ITB melakukan kajian sistem keselamatan,” ungkap Sony dalam keterangannya pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan ini tidak berarti mengabaikan perilaku pengendara. Sebaliknya, teknologi dimaksudkan sebagai lapisan keselamatan tambahan untuk mengantisipasi kesalahan manusia yang tidak mungkin sepenuhnya dihilangkan.
Kajian yang dilakukan oleh ITB memperkirakan bahwa penerapan teknologi pengereman yang lebih baik pada sepeda motor baru dapat mencegah puluhan ribu hingga lebih dari 100 ribu kematian hingga tahun 2045.
Dampak signifikan tersebut tergantung pada skenario penerapan teknologi yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi kematian yang dapat dihindari berada dalam kisaran yang signifikan.
➡️ Baca Juga: DPR Tanggapi Wacana Penggunaan Dana Desa untuk Pembayaran Utang Kopdes Merah Putih
➡️ Baca Juga: Perkuat Kepemimpinan Intrinsik untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi Anda




