Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
bisnis

Harga Minyak Dunia Naik Tajam ke US$113 Akibat Ketegangan AS dan Iran

Jakarta – Kenaikan harga minyak dunia kembali terjadi seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pasar merespons dengan cepat terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengeluarkan ancaman untuk menyerang infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.

Penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang vital bagi distribusi minyak global antara Teluk Persia dan Teluk Oman, menjadi faktor utama yang mendorong harga minyak mentah meroket.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ultimatum Trump kepada Teheran, di mana AS menegaskan akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika permintaannya tidak dipenuhi.

Pada hari Senin, 6 April 2026, Trump bertekad untuk menghancurkan fasilitas seperti pembangkit listrik dan jembatan jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz sebelum pukul 8 malam ET pada Selasa, 7 April 2026. Pernyataan ini diucapkannya sambil menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran sedang berupaya bernegosiasi secara serius.

“Mereka memiliki waktu hingga besok. Mari kita lihat apa yang akan terjadi. Saya yakin, mereka sedang bernegosiasi dan kami berpikir dengan itikad baik. Kita akan segera mengetahuinya,” ungkap Trump.

Menurut laporan CNBC Internasional pada Selasa, 7 April 2025, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,93 persen, mencapai level US$113,46 atau sekitar Rp 1.884.507,36 (berdasarkan kurs Rp 17.080 per dolar AS) per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent juga melonjak 0,54 persen menjadi US$110,36 atau sekitar Rp 1.886.052,40 per barel.

Trump mengklaim bisa menghancurkan Iran dalam waktu singkat jika pemimpin Teheran tidak segera membuka jalur pelayaran tersebut. Penutupan Selat Hormuz yang berlangsung sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026 telah menyebabkan gangguan pasokan yang signifikan, sehingga harga minyak mentah, avtur, solar, dan bensin mengalami lonjakan tajam akibat terganggunya distribusi energi di tingkat global.

Brian Jacobsen, Chief Economic Strategist di Annex Wealth Management, menilai bahwa tekanan dari AS kemungkinan akan terus meningkat menjelang tenggat waktu yang ditetapkan. Menurutnya, selama jalur energi utama tersebut belum sepenuhnya pulih, harga minyak diperkirakan akan tetap berada dalam tekanan naik dan mengalami volatilitas tinggi. Pelaku pasar global kini menunggu kejelasan terkait nasib Selat Hormuz.

“Seiring mendekatnya tenggat waktu, Trump ingin memberikan tekanan lebih besar agar kesepakatan bisa segera tercapai,” ungkap Jacobsen.

➡️ Baca Juga: Asep Kumala, Pedagang Cilok yang Menempuh Perjalanan Kaki dari Bandung ke Ciamis

➡️ Baca Juga: Menkum Menanggapi Pernyataan Prabowo Terkait Pengadilan Ad Hoc sebagai Peringatan

Related Articles

Back to top button