Akses Dibuka Polisi untuk 3 Wilayah Flores Terisolasi Pasca Gempa NTT dan Ibu Hamil Diselamatkan

Polisi Republik Indonesia berhasil membuka akses ke tiga wilayah di Pulau Flores yang sebelumnya terisolasi akibat gempa dan longsor yang terjadi baru-baru ini. Upaya ini menjadi langkah penting dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak.
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko, memberikan penjelasan mengenai tindakan yang diambil oleh Polri dan pihak terkait dalam membuka jalur-jalur yang terputus di daerah terdampak gempa. Penjelasan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kupang pada hari Senin.
“Tiga wilayah yang sebelumnya terisolasi kini telah dapat diakses kembali setelah terjadi longsor,” ungkapnya.
Tiga lokasi yang telah berhasil dibuka aksesnya adalah Kecamatan Lamba Leda Utara di Kabupaten Manggarai Timur. Pembukaan jalur ini sangat penting mengingat kondisi masyarakat di wilayah tersebut yang membutuhkan bantuan segera.
Di lokasi ini, tim menemukan banyak warga yang sangat membutuhkan bantuan. Selain mendistribusikan makanan, minuman, dan obat-obatan, petugas juga melakukan evakuasi terhadap seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan akibat persalinan prematur.
“Kami bersyukur, ibu tersebut dapat dievakuasi dan segera dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah, keselamatannya terjaga,” tambahnya.
Wilayah kedua yang berhasil diakses adalah Reo, Kabupaten Manggarai, yang sebelumnya juga mengalami keterisolasian. Kapolres Manggarai dan timnya telah berhasil membuka jalan menuju lokasi, mendistribusikan bantuan, serta mendirikan posko dan tenda tanggap darurat untuk masyarakat yang terdampak.
Sementara itu, lokasi ketiga yang juga terisolasi adalah Desa Dimpong di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Informasi mengenai kondisi warga yang memerlukan bantuan diperoleh melalui media sosial, dan Polda NTT segera merespons dengan mengirimkan personel Brimob ke lokasi tersebut.
“Alhamdulillah, kami berhasil mengevakuasi warga yang terisolasi di sana yang sebelumnya belum menerima bantuan. Mereka telah berhasil dievakuasi oleh Brimob,” ungkap Kapolda.
Kapolda NTT menekankan bahwa keberhasilan dalam menembus ketiga wilayah terisolasi ini menunjukkan betapa pentingnya kecepatan dalam merespons laporan dari masyarakat. Respons cepat sangat diperlukan dalam situasi darurat seperti ini.
Hingga saat ini, Polri masih terus mengupayakan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang belum menerima bantuan. Upaya ini mencerminkan komitmen Polri untuk memastikan bahwa semua warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian yang layak.
Kapolda juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika ada korban lain yang terpaksa belum mendapatkan bantuan. Melalui data yang akurat, bantuan dapat disalurkan dengan lebih efektif kepada mereka yang memerlukan.
➡️ Baca Juga: Antusiasme Peserta Dari Dalam dan Luar Negeri Meriahkan Kemala Run 2026
➡️ Baca Juga: Tips Badminton Desember untuk Mempertahankan Akurasi Pukulan di Akhir Tahun




