Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Thailand Tingkatkan Kerja Sama Penuntutan Kejahatan Transnasional

Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kejaksaan Thailand telah mengambil langkah penting untuk memperkuat kerja sama dalam penuntutan kasus kejahatan transnasional di kawasan Asia Tenggara. Melalui mekanisme ASEAN Prosecutors-General Meeting (APAGM), kedua lembaga ini berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi di tingkat regional.
Pembahasan mengenai kerja sama tersebut terjadi dalam Ancillary Meeting yang bertemakan “APAGM: Wadah Baru ASEAN untuk Memperkuat Kerja Sama Penuntutan dalam Pemberantasan Kejahatan Transnasional di Asia Tenggara.” Pertemuan ini berlangsung dalam rangka Kongres PBB ke-15 tentang Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana di Abu Dhabi pada 29 September 2026.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta secara langsung dan lebih dari 180 peserta secara daring, mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap isu ini.
Dalam forum tersebut, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, R. Narendra Jatna, menyampaikan pidato kunci yang menekankan peran penting APAGM dalam memperkuat kolaborasi penuntutan di kawasan Asia Tenggara.
“Kejaksaan Republik Indonesia bersama Kejaksaan Thailand menyelenggarakan Ancillary Meeting dengan tema APAGM: Wadah Baru ASEAN untuk Memperkuat Kerja Sama Penuntutan dalam Pemberantasan Kejahatan Transnasional di Asia Tenggara,” ujarnya dalam sebuah kutipan yang dirilis pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Diskusi dalam pertemuan ini menekankan pada semakin kompleksnya beragam bentuk kejahatan transnasional, termasuk penipuan daring, perdagangan manusia, korupsi, pencucian uang, hingga kejahatan siber.
Kondisi ini menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih baik antara aparat penegak hukum di berbagai negara, terutama ketika menghadapi kasus yang melibatkan beberapa negara sekaligus.
APAGM diharapkan dapat melengkapi mekanisme kerja sama yang sudah ada dengan memperkuat dimensi penuntutan di tingkat regional, untuk menghadapi tantangan ini secara lebih efektif.
Melalui komunikasi langsung antar kejaksaan di negara-negara ASEAN, kebutuhan hukum dan pembuktian dapat dibahas sejak dini. Kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas bantuan hukum timbal balik, ekstradisi, dan pemulihan aset.
Ke depan, APAGM diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dengan memperkuat titik kontak, mengadakan konsultasi antarkejaksaan, serta memberikan pelatihan dan pertukaran pengalaman dalam menangani kejahatan lintas negara.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah jaksa dan pakar dari berbagai negara, termasuk Virgialiano Nahan, Jaksa Senior Indonesia; Jumpon Pansumrit dan Puvadet Prommakrit dari Kejaksaan Thailand; Kayo Ishihara, Direktur UNAFEI Jepang; Yongjoo Kwon, Penasehat Penuntutan dan Peradilan tentang Kejahatan Terorganisir Transnasional dari UNODC ROSEAP; serta perwakilan dari Sekretariat ASEAN sebagai panelis.
Melalui forum ini, Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Thailand menekankan urgensi kolaborasi lintas negara dalam menghadapi kejahatan transnasional yang semakin rumit dan saling terkait.
➡️ Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 17.794 Setelah BI Tahan BI Rate, Investor Perhatikan Isu Iran-AS di Selat Hormuz
➡️ Baca Juga: Panduan Memilih Broker Kripto Terbaik dengan Fitur Keamanan Terdepan Tahun Ini




