pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Kabar Terbaru Nasib 4 Prajurit TNI Senior Terkait Kasus Penganiayaan Serda Ahmad hingga Tewas

Jakarta – Kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Serda Ahmad Muzammil Farisa kini telah memasuki tahap penyidikan. Empat prajurit senior yang diduga terlibat dalam insiden tersebut saat ini telah ditahan di Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspom AU).

Penahanan ini dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan terkait kekerasan yang terjadi di Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsma I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi bahwa penahanan terhadap keempat prajurit tersebut memang telah berlangsung.

“Semua pelaku sudah ditahan di Puspomau untuk melaksanakan penyidikan,” ujarnya, seperti yang dilaporkan pada hari Senin, 14 September 2026.

Langkah penahanan ini menjadi perkembangan signifikan dalam proses investigasi kasus yang berujung pada meninggalnya Serda Ahmad.

TNI AU menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan dan tidak ada perlakuan istimewa bagi prajurit yang nantinya terbukti bersalah.

“Prajurit yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami tidak memberikan toleransi terhadap tindakan ilegal di lingkungan TNI AU,” tambahnya.

Pihak TNI AU juga berharap agar proses penyidikan dapat segera diselesaikan sehingga kasus ini dapat segera dibawa ke pengadilan.

“Semoga proses ini segera selesai dan pelaku dapat disidang serta dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa prajurit TNI AU bernama Serda Ahmad Muzammil Farisa (AMF) ditemukan tewas dalam keadaan mencurigakan pada Kamis, 10 September 2026.

Serda AMF diduga tewas akibat kekerasan yang dilakukan oleh seniornya. Saat ini, Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Pomau juga berkomitmen untuk mengungkap fakta-fakta terkait kekerasan yang dialami oleh Serda AMF.

“Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) tengah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kronologi serta fakta-fakta yang terkait dengan insiden ini,” demikian pernyataan resmi dari TNI AU melalui akun Instagram mereka, pada Jumat, 11 September 2026.

TNI AU memastikan bahwa penanganan kasus meninggalnya Serda AMF dilakukan dengan profesionalisme, objektivitas, dan sesuai dengan hukum yang berlaku. TNI AU juga akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah.

“Pomau telah meminta keterangan dari beberapa saksi serta mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Proses pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung,” ujarnya.

➡️ Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Ramadhan ke-20 pada 10 Maret 2026 untuk DKI Jakarta dan Sekitarnya

➡️ Baca Juga: Mobil EV Lokal Harga Rp 150 Juta, Jangkauan 400 Km: Mengapa Penjualan Masih Terbatas?

Related Articles

Back to top button