Keinginan Terakhir Guruh Soekarnoputra Sebelum Meninggal, Pesan Penting yang Ditinggalkan

Kepergian Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra pada Sabtu, 26 September 2026, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, dan semua yang mengenal kontribusinya di dunia seni serta budaya Indonesia.
Di balik kabar sedih ini, ada sebuah momen berharga yang kini menjadi kenangan tak terlupakan bagi Soraya Haque. Beberapa waktu sebelum berpulang, keduanya sempat bertemu dan membahas hal yang menjadi perhatian utama Guruh, yaitu identitas perempuan Indonesia.
Soraya menceritakan momen tersebut melalui unggahan di akun Instagram-nya. Ia mengenang Guruh bukan hanya sebagai seorang seniman terkemuka, tetapi juga sebagai sosok yang telah memberi banyak pengalaman serta pelajaran berharga dalam perjalanan hidupnya.
Jalinan hubungan antara Soraya dan Guruh telah terjalin sejak puluhan tahun silam. Ia mengingat kembali bagaimana pertemuan orang tua mereka menjadi awal dirinya terjun ke dalam dunia seni yang dirintis oleh Guruh.
“Siapa yang menyangka, pertemuan di dalam pesawat pada tahun 1978 akan menjadi bagian dari cerita panjang hidup saya di Swara Maharddhika,” ungkap Soraya Haque di Instagram @sorayahaque, dikutip pada Minggu, 27 September 2026.
Soraya kemudian membagikan kisah bahwa ibunda Guruh, Fatmawati Soekarno, dan orang tua Soraya pernah bertemu dalam satu penerbangan ketika hendak menunaikan ibadah haji. Dari pertemuan itu, muncul ajakan agar Soraya dan saudaranya bergabung dalam pagelaran yang diinisiasi oleh Guruh.
“Ibu Fatmawati Soekarno dan orang tua saya bertemu dalam satu pesawat, dalam perjalanan menunaikan ibadah haji. Ibu Fat berkata, ‘ayo Marissa-Soraya harus bergabung dengan pagelaran Ujang’, demikian panggilan sayang ibu kepada mas Ruh. Dengan keterampilan bermain piano klasik dan tari Bali hingga ‘gebyar duduk’, saya mengikuti seleksi Swara Maharddhika dan berhasil menjadi anggota kelompok bergengsi ini,” tambahnya.
Pertemuan terakhir mereka berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Puluhan tahun setelah perkenalan tersebut, kenangan akan Guruh masih tertanam kuat di hati Soraya. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada 27 Agustus 2026, ketika Soraya bertugas sebagai MC dalam acara peresmian paduan suara Swara Maharddhika.
Momen tersebut ternyata menjadi pertemuan terakhir bagi keduanya. Soraya mengingat Guruh memeluknya dengan hangat dan menyampaikan sebuah rencana yang ingin dibahas lebih lanjut.
➡️ Baca Juga: Menkum Menanggapi Pernyataan Prabowo Terkait Pengadilan Ad Hoc sebagai Peringatan
➡️ Baca Juga: Ombudsman Temukan Pembangunan Simulator Golf dan Gym di Lapas Cibinong, Bukan Hanya Kamar Mewah




