happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Pezeshkian Nyatakan Iran Tidak Terlibat dalam Serangan Houthi ke Arab Saudi

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, baru-baru ini menyampaikan pandangannya terkait serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap Arab Saudi. Dalam pernyataannya, ia secara tegas menolak adanya hubungan antara tindakan Houthi dan Iran, menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam konflik tersebut.

Pezeshkian memberikan pernyataan ini di tengah meningkatnya ketegangan antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi. Ia menggarisbawahi komitmen Iran untuk berdiri bersama pihak-pihak yang menghadapi ketidakadilan, menunjukkan solidaritasnya terhadap mereka yang terjebak dalam konflik yang berkepanjangan ini.

Lebih lanjut, Pezeshkian mendorong Houthi dan Arab Saudi untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog. Ia berpendapat bahwa tidak seharusnya saudara berperang satu sama lain, dan menyampaikan tawaran bantuan dari Iran untuk membantu meredakan ketegangan yang ada.

“Kami tidak akan menjadi pemicu dalam konflik ini,” ungkapnya, seperti yang dilaporkan oleh media pada tanggal 27 September 2026.

Di tengah pernyataan tersebut, Otoritas Arab Saudi mengklaim telah mencegat sebuah drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi menuju Mekkah. Insiden ini menandai eskalasi baru dalam konflik yang berpotensi mengancam kota suci bagi umat Islam di seluruh dunia.

Juru bicara koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi, Turki al-Maliki, melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil menjatuhkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara yang dibatasi pada malam 15 September 2026.

Sebelum serangan drone tersebut, otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan untuk Mekkah. Peringatan ini ditarik kembali hanya beberapa menit setelah dikeluarkan, namun hal yang sama juga berlaku untuk kota-kota lain seperti Taif dan Jeddah.

Serangan juga kembali terjadi pada tanggal 19 September, di mana pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kelompok Houthi berusaha menyerang Riyadh dengan menggunakan rudal balistik. Serangan ini menjadi yang pertama menargetkan ibu kota Arab Saudi setelah ketegangan dengan Houthi meningkat.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menginformasikan bahwa rudal tersebut berhasil dicegat. Beberapa warga Riyadh melaporkan mendengar ledakan, sementara yang lain melihat asap di sekitar area bandara.

Tak hanya itu, koalisi juga mengungkapkan bahwa Houthi berusaha menyerang fasilitas sipil di Kota Pelabuhan Yanbu, lokasi di mana salah satu jaringan pipa minyak utama Arab Saudi berakhir. Serangan juga dilaporkan mengincar Taif, Baysh, dan Farasan, tetapi semua upaya tersebut berhasil digagalkan oleh pasukan Arab Saudi. Informasi lebih lanjut mengenai serangan tersebut belum diumumkan.

➡️ Baca Juga: Tamara Bleszynski Klarifikasi Ketidakhadirannya di Pernikahan Teuku Rassya kepada Netizen

➡️ Baca Juga: Pemenang Love Island USA Season 8: Siapa Juara yang Mengguncang Juri dan Penonton?

Related Articles

Back to top button