Kementerian ESDM Meningkatkan Proses Persetujuan RKAB Secara Efisien dan Transparan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertekad untuk terus memperbaiki kelancaran proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan. Upaya ini bertujuan agar program hilirisasi yang dijalankan oleh perusahaan dapat berlangsung dengan lebih efisien di masa mendatang.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Cecep Mochammad Yasin, mengakui bahwa masih ada beberapa kendala yang mengganggu proses RKAB saat ini.
Kendala ini umumnya muncul karena tidak semua perusahaan telah memenuhi syarat yang ditetapkan, seperti data cadangan yang akurat, standar pelaporan yang jelas, dan kesesuaian rencana produksi dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk meningkatkan kelancaran proses RKAB di tahun mendatang, Kementerian ESDM berencana untuk memulai dengan mengumpulkan data yang valid mengenai kebutuhan pasokan dari sektor hulu.
Pemerintah juga mengharapkan agar badan usaha yang terlibat dalam pengaturan produksi dapat menyampaikan rencana produksi mereka dengan lebih rinci dan transparan.
“Dengan cara ini, saat permohonan diajukan, semua informasi mengenai kuota yang akan diperoleh sudah jelas. Kami juga akan melakukan evaluasi untuk mempercepat proses ini, sehingga tidak ada lagi perbedaan pemahaman antara kami dan pemohon,” jelas Cecep dalam acara BIG Downstream Insight 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2026.
Cecep menambahkan bahwa diharapkan proses evaluasi tidak selalu membutuhkan waktu maksimum seperti yang diatur dalam ketentuan yang ada.
Menurutnya, jika semua syarat dan data telah disiapkan dengan baik sejak awal, maka persetujuan RKAB dapat diberikan dalam waktu yang lebih singkat.
Ia juga mencatat bahwa tahun pertama penerapan sistem RKAB berbasis tahunan masih menjadi fase penyesuaian bagi perusahaan untuk memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Di sisi pemerintah, Kementerian ESDM menemukan adanya perbedaan pemahaman di antara para evaluator, sehingga tahun pertama ini akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi serta perbaikan proses.
Cecep optimis bahwa perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan permohonan RKAB pada periode berikutnya.
Dengan adanya proses yang lebih transparan sejak awal, diharapkan perusahaan dapat memperoleh kepastian mengenai kapasitas produksi yang dapat mereka jalankan.
Terkait dengan pemenuhan kebutuhan hilirisasi, Cecep menekankan bahwa pemerintah akan menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan yang ada, tanpa ada kecenderungan untuk menahan cadangan mineral agar tetap tersimpan atau menggantinya dengan impor.
Pemenuhan kuota juga akan mempertimbangkan aspek spasial, yaitu lokasi dari sumber pasokan, agar kebutuhan industri dapat dipenuhi dari daerah yang paling efisien.
➡️ Baca Juga: Cek PPAT Resmi dengan 3 Langkah Mudah untuk Mencegah Penipuan Tanah
➡️ Baca Juga: Hasil Pertandingan Kualifikasi Turnamen Regional Terbaru Hari Ini dalam Berita Olahraga




