Kronologi Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok yang Perlu Diketahui

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin mengalami insiden kebakaran ketika melintasi perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar di Lombok Barat saat kejadian yang tidak diinginkan ini terjadi.
Kebakaran yang melanda KMP Putri Yasmin ini segera memicu operasi penyelamatan yang melibatkan banyak pihak. Tim SAR, TNI AL, kepolisian, serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi berkolaborasi untuk mengevakuasi penumpang dari kapal yang tengah mengalami keadaan darurat tersebut.
Insiden kebakaran terjadi pada pukul 04.15 WITA.
Menurut informasi yang diterima dari Kantor SAR Mataram, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA. Pada saat itu, KMP Putri Yasmin masih dalam perjalanan dari Padangbai menuju Lembar, dan lokasi kejadian teridentifikasi berada di sekitar perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat.
Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai insiden darurat ini sekitar pukul 04.39 WITA. Setelah menerima informasi tersebut, tim langsung bersiap untuk mengerahkan armada menuju lokasi guna membantu proses penyelamatan yang sedang berlangsung.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan ini.
“Insiden ini dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Kami menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi,” jelas Muhamad Hariyadi, merujuk pada keterangan yang disampaikan.
Setelah menerima laporan, operasi pencarian dan penyelamatan segera dimulai dengan melibatkan Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar. Sejumlah armada laut dikerahkan dalam upaya ini, termasuk KN SAR Arjuna, KN 220 Mataram, kapal cepat, serta kapal dari TNI AL.
KMP PortLink II yang juga berada di jalur pelayaran memberikan kontribusi dalam proses evakuasi. Selain itu, unsur dari Polairud, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht yang melintas, serta masyarakat nelayan di sekitar lokasi turut berpartisipasi dalam operasi penyelamatan ini.
Pemantauan dari udara juga dilakukan untuk mendukung upaya evakuasi. Basarnas Bali mengerahkan helikopter SGi Air Bali guna memperluas pengamatan terhadap situasi di sekitar lokasi kejadian dan membantu proses pencarian serta evakuasi penumpang.
➡️ Baca Juga: Mengapa Anda Harus Berinvestasi dalam Kesehatan Mental
➡️ Baca Juga: Warna Vespa Paling Laku, Suara Corolla Cross, dan Kemudahan Pajak Kendaraan Jabar




