Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

PCNU-PWNU Belum Menerima Undangan Muktamar, Kiai Dimyati Memberikan Tanggapan Resmi

Jelang Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan berlangsung di Jombang pada 27-31 Agustus 2026, sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengungkapkan kekecewaan mereka karena belum menerima undangan resmi.

Keluhan tersebut muncul dari berbagai PWNU dan PCNU di wilayah Jawa maupun di luar Jawa dalam beberapa hari terakhir. Mereka menyatakan bahwa hingga pertengahan bulan Agustus, surat undangan resmi dari panitia Muktamar PBNU belum juga diterima. Hal ini menjadi masalah serius, mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat.

“Kami sangat khawatir jika undangan baru dikirim pada H-7. Kondisi seperti itu berpotensi membuat tiket pesawat dan kereta menjadi mahal, bahkan bisa saja sudah habis. Terutama bagi PWNU dan PCNU yang berada di luar Jawa, serta mereka yang berasal dari daerah kepulauan. Banyak di antara mereka yang harus berangkat secara rombongan,” ungkap KH Dimyati Muhammad, sekretaris PCNU Bangkalan, Madura, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Lora Dim, sapaan akrab KH Dimyati Muhammad, yang merupakan cicit dari Syaikhona Kholil Bangkalan, mengaku telah menerima banyak laporan dari pengurus PCNU di luar Jawa mengenai ketidakpastian terkait undangan resmi untuk muktamar. Beberapa dari mereka bahkan khawatir bahwa jadwal pelaksanaan muktamar bisa mundur.

“Ketidakjelasan mengenai undangan hingga saat ini membuat mereka merasa bingung. Mereka menghadapi kesulitan dalam mengurus administrasi internal untuk keberangkatan, seperti SK delegasi dan koordinasi teknis yang diperlukan,” jelas Lora Dim.

“Selain itu, mereka juga mengeluhkan bahwa dalam situasi yang belum pasti ini, justru mereka sudah diminta untuk menyerahkan daftar Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Padahal, belum ada surat permohonan resmi dari panitia yang menjelaskan mekanisme dan rincian lengkapnya,” tambahnya.

Di tengah ketidakpastian mengenai undangan tersebut, Lora Dim melanjutkan, sejumlah PWNU dan PCNU mengaku telah dihubungi oleh oknum yang mengaku berasal dari Panitia Muktamar. Mereka diminta untuk segera mengirimkan nama-nama AHWA sesuai dengan “daftar yang diinginkan”.

“Dengan bahasa yang terdengar halus, mereka menyebutnya sebagai ‘permintaan data’. Namun, nada yang digunakan terasa menekan, seakan-akan jika tidak mengirimkan nama-nama tersebut, akan ada konsekuensi yang menyertainya,” tegasnya.

“AHWA merupakan pemegang hak suara tertinggi dalam Muktamar. Oleh karena itu, pemilihan nama untuk AHWA sangat krusial dan rawan untuk dipolitisasi. Mereka harus sangat berhati-hati, sebab masa depan jam’iyyah NU ada di tangan mereka. Sekali saja mereka melakukan kesalahan dalam menulis dan menandatangani, nasib NU bisa dipertaruhkan,” imbuhnya.

KH Dimyati Muhammad menyadari kondisi yang dihadapi oleh PWNU dan PCNU menjelang pelaksanaan muktamar. Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan kedaulatan NU sebenarnya berada di tangan mereka, PWNU dan PCNU.

➡️ Baca Juga: 30 Kg Sabu Meleleh Akibat Panas, Penjelasan Resmi dari Polri Mengenai Kasus Ini

➡️ Baca Juga: Inul Daratista Kurban 5 Sapi di Iduladha 2025: Seperti Tahun Sebelumnya, Potong Sapi Banyak Berkah

Related Articles

Back to top button