Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

AS Berusaha Mengadopsi Teknologi Canggih dari Rusia untuk Kemajuan Inovasi

Amerika Serikat tengah melakukan evaluasi serius terhadap teknologi pertahanan udara canggih yang dikembangkan oleh Rusia, dengan fokus pada pengembangan radar bergerak generasi baru.

Inisiatif ini muncul setelah sejumlah radar yang dimiliki AS mengalami kerugian signifikan dalam konflik yang melibatkan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh Military Watch.

Radar THAAD generasi baru yang tengah dikembangkan dijadwalkan memiliki kemampuan sebagai platform sensor bergerak, mirip dengan konsep yang telah diterapkan Rusia pada sistem pertahanan udara S-300 dan S-400 sejak fase awal pengembangannya.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil menghancurkan radar pertahanan udara AS yang bernilai lebih dari US$3 miliar pada minggu pertama konflik.

Konflik tersebut dimulai oleh Israel dan AS terhadap Iran pada akhir Februari tahun ini. Kerugian yang dialami termasuk beberapa radar, salah satunya AN/TPS-59 yang diperkirakan bernilai sekitar US$70 juta.

Selain radar tersebut, ada juga radar AN/FPS-132 serta dua radar bergerak pita X AN/TPY-2 yang berfungsi dalam sistem rudal anti-balistik THAAD, dengan masing-masing radar AN/TPY-2 diperkirakan memiliki nilai lebih dari US$1 miliar.

Military Watch menilai kerusakan pada radar-radar ini merupakan pukulan berat bagi kemampuan operasional AS dan sekutunya dalam menjaga kesadaran situasional di medan perang.

Konsep baru yang sedang dipertimbangkan oleh AS berpotensi untuk meninggalkan pendekatan tradisional Barat yang menggabungkan radar dan peluncur dalam satu unit otonom.

Dalam kerangka jaringan yang baru, radar akan berfungsi sebagai salah satu simpul sensor yang dapat bergerak secara independen.

Sensor-sensor yang bergerak ini nantinya akan dapat mendeteksi target dan mengirimkan informasi kepada peluncur rudal jarak jauh, tanpa perlu berada secara fisik di lokasi yang sama dengan sistem pencegat.

Pendekatan ini dianggap sejalan dengan arsitektur pertahanan udara Rusia yang dikenal dengan sistem jaringan sensor dan senjata.

Konsep ini juga menunjukkan kemiripan dengan Integrated Air and Missile Defense Battle Command System (IBCS) milik AS, yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sensor dan sistem persenjataan ke dalam satu jaringan pertahanan yang komprehensif.

Menurut laporan Military Watch, kehilangan sejumlah radar tersebut telah membuat AS dan Israel semakin bergantung pada sensor yang berbasis di kapal serta radar AN/TPY-2 yang ditempatkan di Turki.

➡️ Baca Juga: Suzuki Mendominasi Pasar Mobil Indonesia dengan Inovasi dan Kualitas Unggul

➡️ Baca Juga: PCNU-PWNU Belum Menerima Undangan Muktamar, Kiai Dimyati Memberikan Tanggapan Resmi

Related Articles

Back to top button