Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
berita

AS Berusaha Mengadopsi Teknologi Canggih dari Rusia untuk Kemajuan Inovasi

Amerika Serikat tengah melakukan evaluasi serius terhadap teknologi pertahanan udara canggih yang dikembangkan oleh Rusia, dengan fokus pada pengembangan radar bergerak generasi baru.

Inisiatif ini muncul setelah sejumlah radar yang dimiliki AS mengalami kerugian signifikan dalam konflik yang melibatkan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh Military Watch.

Radar THAAD generasi baru yang tengah dikembangkan dijadwalkan memiliki kemampuan sebagai platform sensor bergerak, mirip dengan konsep yang telah diterapkan Rusia pada sistem pertahanan udara S-300 dan S-400 sejak fase awal pengembangannya.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil menghancurkan radar pertahanan udara AS yang bernilai lebih dari US$3 miliar pada minggu pertama konflik.

Konflik tersebut dimulai oleh Israel dan AS terhadap Iran pada akhir Februari tahun ini. Kerugian yang dialami termasuk beberapa radar, salah satunya AN/TPS-59 yang diperkirakan bernilai sekitar US$70 juta.

Selain radar tersebut, ada juga radar AN/FPS-132 serta dua radar bergerak pita X AN/TPY-2 yang berfungsi dalam sistem rudal anti-balistik THAAD, dengan masing-masing radar AN/TPY-2 diperkirakan memiliki nilai lebih dari US$1 miliar.

Military Watch menilai kerusakan pada radar-radar ini merupakan pukulan berat bagi kemampuan operasional AS dan sekutunya dalam menjaga kesadaran situasional di medan perang.

Konsep baru yang sedang dipertimbangkan oleh AS berpotensi untuk meninggalkan pendekatan tradisional Barat yang menggabungkan radar dan peluncur dalam satu unit otonom.

Dalam kerangka jaringan yang baru, radar akan berfungsi sebagai salah satu simpul sensor yang dapat bergerak secara independen.

Sensor-sensor yang bergerak ini nantinya akan dapat mendeteksi target dan mengirimkan informasi kepada peluncur rudal jarak jauh, tanpa perlu berada secara fisik di lokasi yang sama dengan sistem pencegat.

Pendekatan ini dianggap sejalan dengan arsitektur pertahanan udara Rusia yang dikenal dengan sistem jaringan sensor dan senjata.

Konsep ini juga menunjukkan kemiripan dengan Integrated Air and Missile Defense Battle Command System (IBCS) milik AS, yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sensor dan sistem persenjataan ke dalam satu jaringan pertahanan yang komprehensif.

Menurut laporan Military Watch, kehilangan sejumlah radar tersebut telah membuat AS dan Israel semakin bergantung pada sensor yang berbasis di kapal serta radar AN/TPY-2 yang ditempatkan di Turki.

➡️ Baca Juga: Anggaran Motor Kepala SPPG Purbaya Akan Masuk di 2025, Bukan Tahun Ini

➡️ Baca Juga: Lestarikan Batik Tulis dan Tenun Badui, Pekatan Batik Kembangkan Wastra Nusantara Bersama BRI

Related Articles

Back to top button